Mengobati Kerinduan dengan Perjumpaan (1)

Sepertinya hari ini menjadi hari yang sangat bahagia bagi saya. Saya pulang dari Malang menuju kampung halaman dengan senyum yang terus saja tersungging. Entah mengapa, mungkin karena memang suasana pulang kali ini sedikit berbeda.
Berbeda bukan dalam artian saya menggunakan moda transportasi yang berbeda dari biasanya, tetapi lebih kepada suasana hati yang berbunga-bunga. Kau tahu kan maksudku? Apalagi kalau bukan perasaan jatuh cinta. Sejak rasa itu kembali hadir beberapa waktu lalu, kehidupanku sedikit berbeda. Sepanjang hari aku menjalani berbagai aktivitas dengan semangat. Rasa malas sesekali datang, tetapi mudah saja kuhalau dengan mengatakan, "ingat ada masa depan yang sedang diperjuangkan bersama-sama.". 

Pulang kali ini berkaitan dengan masa depan. Bukan hanya masa depanku, tapi juga masa depanmu. Masa depan dua keluarga yang bersepakat untuk bersatu. Menyatukan ukhuwah melalui jalinan pernikahan anak-anak mereka. Ada bahagia yang hadir, ada keceriaan yang tiba-tiba saja mampir. Ada harapan yang terukir, ada cita-cita yang terus mengalir, ada rida Allah yang semoga terus bergulir. 

Dari diri yang merindu sebuah temu 
Terima kasih padamu yang telah rela menunggu 
Menuju sebuah hari di mana kita berdua bersatu 
Di bawah naungan restu ayah dan ibu

Malang to Bojonegoro 12 April 2018

Komentar