Obat Rindu Itu Kamu

Hari ini kembali menjadi hari paling membahagiakan dalam hidup saya. Pertemuan pertama sejak seminggu lebih sekian hari ini benar-benar berkesan. Jujur saja, adinda terlihat jauh lebih memesona dari yang saya kira. Cara bicaranya, cara makannya, cara duduknya, caranya berinteraksi dengan saya. Terlebih, saya dapat kesempatan menemaninya belanja di salah satu pusat perbelanjaan kota. Satu hal yang cukup seru dan tak terduga.

Betapa tidak, saya dengan status sebagai calon suaminya, mencoba menemani. Catat, hanya menemani, bukan saya yang membayar ya. Peace.  Tapi sore ini begitu istimewa adanya meski hanya sekejap. Ah, beginikah rasa cinta yang terus meluap-luap itu? Mungkin iya.

Kuasa Allah atas hamba-Nya memang di atas nalar manusia. Selalu banyak hikmah di baliknya. Persimpangan karya akhir bulan lalu melahirkan kepercayaan di antara diriku dan dirimu. Ketika saya tanya perihal mahar, adinda tidak mempersoalkan berapa besarnya. Perihal adat itu, kita sudah sepakat tak memakainya. Jujur, saya benar-benar beruntung mengenal adinda. Membersamai sampai maut memisahkan.

Pada magrib yang syahdu. Bersama rintik hujan yang beradu. Kulangitkan pinta agar kita diliputi bahagia selalu. Tiba-tiba hadir dari kedua mata tangis syahdu. Satu kesyukuran telah mengenalnya. Yang bersedia hidup bersama.

Ah, rasa-rasanya malam ini saya hanya ingin mengenangnya lebih mendalam dalam memori, selain tulisan ini. Pada sanubari ada keyakinan bahwa beginilah energi cinta bekerja, semesta merestui, dan inilah, aku dan kamu yang akan menjadi kita.

Adinda, jangan pernah putus doa dan pinta pada-Nya. Amal saleh harus senantiasa menyertainya. Genggam selalu restu ayah dan bunda. Semoga kelak semua langkah kita diridai oleh-Nya. Mari terus saling menjaga rasa percaya, menghilangkan segala prasangka.

Pada jarak yang tak lagi dipersoalkan
Pada malam yang penuh kebahagiaan 
Terima kasih senantiasa kuhaturkan 
Pada adinda yang segalanya terasa meneduhkan


Pada jumpa yang begitu berkesan 
Pada asa untuk saling dipersatukan 
Pada harap yang dalam doa terus dinyatakan 
Semoga kepada-Nya segala hal disandarkan


Dari diri yang terlewat semangat untuk membersamai
Untuk adinda yang dengan setia menanti


Bojonegoro, 13 April 2018

Komentar