Persiapan Menempuh Perjalanan Terpanjang

Kita sudah sama-sama dewasa. Setelah jenjang sarjana didapat, tentu ada tanggung jawab yang harus diemban. Sebab memang begitulah kewajiban seorang sarjana.

Aku di sini mengabdi di sebuah institusi. Pun dirimu. Meski berjarak, bukan berarti kita tak mampu saling sapa. Meski hanya lewat karya.

Perihal bertemu pada satu titik, semua sedang diusahakan. Tunggulah sejenak. Kita sama-sama mafhum bahwa suatu perjanjian yang begitu berat tidak mungkin dilaksanakan bila persiapan belum matang. Ibarat bertempur, jangan berangkat perang tatkala tak membawa senjata dan pelurunya. Nanti yang ada kamu mati konyol. Sebab kata mutiara menyatakan, "Barangsiapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, maka ia akan mempersiapkan bekal."

Bekal itu adalah ilmu. Ilmu tentang mengenali diri, pasangan, ilmu fiqih terkait pasangan suami istri, ilmu mendidik anak, ilmu psikologi dan berbagai macam keilmuan lainnya yang terkait. Berjanjilah untuk tidak pernah berhenti belajar. Istilahnya 'long life education'. Supaya kelak kehidupan kita berdua dibentuk dengan akar ilmu yang kuat, dibingkai dengan kisah kasih yang mesra, dipenuhi dengan bahagia dan kesabaran tiada tara, diisi dengan saling melengkapi dan mendoa untuk kebaikan kita bersama. Mari libatkan Dia dalam segala suasana.

Akhirnya, biarlah kerinduan ini diliputi doa mengangkasa. Dilebur oleh kedekatan kepada-Nya. Bila tiba masanya, kan kuucap janji setia. Kita arungi bahtera rumah tangga dengan berbagai problematikanya. Semoga kita adalah dua yang senantiasa menguatkan dan bukan saling menjatuhkan atau melemahkan.

#renunganpernikahan #08042018

Komentar