Pertemuan Dua Keluarga

Sampailah kita berdua pada satu titik di mana dua keluarga berjumpa. Esok hari akan menjadi momen yang sangat berharga. Momen yang sudah sangat ditunggu-tunggu, olehku dan olehmu.

Aku paham bahwa ketika aku menikahimu, aku juga harus siap menikahi keluargamu. Pun sebaliknya. Bagaimana pun kondisinya aku harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Bagiku, pertemuan dua keluarga adalah momen diskusi. Tidak perlu terlalu tegang. Aku akan berusaha tampil seelegan mungkin, setenang mungkin. Menjawab berbagai pertanyaan yang meluncur dari calon mertua. Mari kita saksikan bagaimana nanti. Semoga jawabku tak pernah membuat kecewa siapa pun. Menurutku, esok kebijaksanaanku diuji, kelihaianku merangkai kata dipertanyakan, konsistensi antara kata dan realita akan senantiasa diawasi. Aku sangat paham akan hal itu. Esok juga akan menjadi momen di mana kesetiaanku dites, apakah aku hanya setia padamu, atau aku juga setia pada keluargamu. Semua akan jelas nantinya.

Kuharap, pertemuan esok pagi benar-benar menjadi perjumpaan bermakna, bukan hanya bersilat kata belaka, bukan hanya pertemuan percuma yang tak menghasilkan apa-apa. Kuharap aku dan kamu saling mengisi kekurangan, saling melengkapi, hingga tercipta kesepakatan yang membawa maslahat bagi kita semua. Apa pun hasilnya, mari kita jalankan dengan penuh setia dan keridaan Allah.

Dariku yang siap bertemu denganmu di kediaman penuh keteduhan. Terima kasih pada orang tuamu yang telah mendidikmu dan rela menyerahkan tanggung jawab selanjutnya padaku. Bismillah ya dik. Sampai jumpa esok hari.

Malang, 14 April 2018

Komentar