Telepati Hati

Pernah nggak ketika di pagi buta, sebelum subuh menjelang, kau ditelpon ayahmu untuk salat malam? Bagi saya itu spesial. Meski setelahnya ditanya tugas akhir itu tak jadi masalah. 
.
Meski sudah berumur lebih dari dua puluh tahun, diingatkan salat malam oleh orang tua selalu menjadi satu hal yang dirindukan. Entah denganmu, apa kamu punya perasaan yang sama? 
.
Menurutku, hati orang tua itu peka sekali. Meski tidak kita kabari, secara tiba-tiba akan menghubungi kita. Ketika misalkan uang bulanan habis, tiba-tiba saja kiriman datang. Pernah merasa semacam itu? Kalau saya jujur saja sering sekali. 
.
Ya begitulah. Orang tua seperti punya telepati hati dengan anaknya. Sejauh apa pun anaknya merantau, ia akan senantiasa mendoakannya, mencoba menghubunginya. Meski terkadang anaknya terlampau sibuk dengan pekerjaan, tugas kuliah sehingga tak sempat menghubungi orang tuanya barang semenit. Atau jangan-jangan lupa juga mendoakan kebaikan untuk keduanya. Na'uzubillah. 
.
Maka dari itu, mari sempatkan menghubungi orang tua meski sejenak saja. Doakan kebaikan untuk mereka selepas salat fardu. Doakan pula ketika salat malam. 
.
Sebesar apa pun seorang anak, ia akan tetap ingin bermanja-manja dengan orang tuanya. Jangan lewatkan kesempatan berbakti selagi keduanya masih hidup. Tak perlu kau mencari surga jauh-jauh, sebab ia ada di dalam runahmu, di bawah telapak kaki ibumu. Sabda rasul, “Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga” [Hadits Riwayat Muslim 2551]

#09012018

Komentar