Tentang Perjumpaan dan Rasa Percaya

Ada yang tidak tenang ketika dua insan yang dimadu cinta belum pernah berjumpa. Paling tidak bertatap mata, sekejap percakapan, dan seulas senyum yang terlempar akan mencairkan suasana. Ah, mungkin benar kata para pujangga. Bahwa obat dari rindu adalah jumpa dan sua.

Tetapi di luar itu, ada yang lebih hebat daripada sekadar jumpa. Ia adalah rasa percaya yang begitu mendalam pada yang dicinta. Mendapat kepercayaan lalu menjaga kepercayaan itu bukan satu hal yang mudah. Perlu usaha-usaha ekstra dalam melakukannya. Jangan coba-coba cederai kepercayaan dengan begitu mudahnya. Sebab merusaknya memang mudah, tetapi mengembalikan kepercayaan bukanlah perkara yang bisa dianggap gampang. Perumpamaan yang sering kita dengar adalah bahwa kepercayaan layaknya kertas putih bersih dan mulus. Sekali dirusak, kertas yang awalnya mulus akan susah dikembalikan sebagaimana awalnya.

Maka, menuju hari nan agung itu, mari kita selalu jaga rasa percaya di antara kita. Sesekali menatap dan memandang tidaklah mengapa. Kemudian, mari balut rasa percaya yang ada dengan pinta dan doa kepada Sang Maha Pemilik Cinta. Berharap keberkahan senantiasa bertahta. Berharap keceriaan selalu menemani dengan setia. Kesedihan yang hadir akan mampu menguatkan ikatan cinta. Sebab bersamamu kuharap duniaku semakin berwarna.

Komentar