Write, Read, and Share Your Own Book

Hari ini adalah peringatan hari buku sedunia. Saya sendiri baru mengetahui beberapa waktu lalu melalui berbagai postingan di sosial media. Saya pastikan dengan bertanya kepada Mbah Google dan hasilnya benar.

Apa yang tebersit dalam hatimu tatkala mendengar hari buku. Sebagian kamu sepertinya akan membeli banyak buku, menumpuknya di sudut kamar lalu membacanya satu per satu hingga kantuk menyerang. Yang lain mungkin akan meminjam buku perpustakaan, membacanya sampai lupa waktu, meskipun biasanya ia tak pernah melakukan hal semacam itu.

Bagi saya sendiri, momen hari buku adalah momen untuk menulis, membaca dan berbagi buku saya sendiri. Biasanya penulis buku tak banyak membaca bukunya kembali. Ia akan membaca buku orang lain, kemudian menuliskan pemikiran-pemikirannya dalam bentuk tulisan atau buku baru. Hal ini tidak salah. Tetapi, saya kira kembali membaca buku sendiri tentu tidak dipermasalahkan sama sekali.

Jika belum mampu menulis, membaca,  dan berbagi buku karya sendiri, kamu bisa mulai menulis mulai saat ini. Membaca karya orang lain yang inspiratif, juga berbagi buku karya otang lain untuk mereka yang kamu sayangi. Hal itu yang beberapa kali saya coba lakukan. Bisa ketika momen hari buku, atau mungkin sebagai hadiah, kejutan, ketika ada momen lain juga tak mengapa. Kita hanya ingin menyebarkan virus kebaikan, virus membaca buku kepada orang lain.

Mungkin ada yang tak suka membaca buku, tetapi ia suka membuat konten positif dengan desain menarik. Lakukan saja. Itu adalah syiar kepada khalayak bahwa kamu peduli dengan literasi di negeri ini. Buat konten menarik seputar membaca, menulis atau berbagi buku. Diharapkan mereka tertarik melakukannya sebab desain menarikmu.

Tetapi, ada satu hal yang terus dan harus selalu diperhatikan baik sebagai pembaca dan penulis buku adalah bahwa segala yang kita bagikan, segala yang kita baca akan menanggung segala akibatnya. Apakah yang kita tulis mengandung kebaikan, atau jangan-jangan malah ajakan berbuat kejahatan. Apakah tulisan yang ditulis datang dari hati dan niat yang suci atau sekadar meluapkan kebencian. Itu semua kembali pada pribadi masing-masing. Semua yang dilakukan akan dihitung di akhirat nanti.

Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Mulai hari ini, mari terus mengoreksi diri atas apa pun yang telah diperbuat, terutama apa yang dituliskan, apa yang dibaca juga apa yang dibagikan. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk terus menebar kebaikan dan menjauhi menyebarkan hal-hal buruk dalam kehidupan.

#haribukusedunia #renungan #literasi #menulis #membaca #berbagi #23042018

Komentar