Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Rabu, 30 Mei 2018

Rembulan Itu Dirimu

Malam ini kutatap rembulan
Tiada bintang yang biasanya selalu menjadi kawan
Sepertinya malam ini bulan ingin sendirian
Menikmatinya dengan penuh ketenangan

Cinta Itu...

Cinta itu mendidik, tidak menghardik
Cinta itu mencerdaskan, tidak membodohkan
Cinta itu menumbuhkan, tidak mengerdilkan
Cinta itu mendekatkan, tidak menjauhkan

Cinta itu menguatkan, tidak melemahkan
Cinta itu membangkitkan, tidak menjatuhkan
Cinta itu memperhatikan, tidak mengabaikan
Cinta itu membahagiakan, tidak menyengsarakan

Cinta itu memahami, tak hanya ingin dipahami
Cinta itu memberi, tak hanya menuntut diberi
Cinta itu tak hanya soal materi, tapi soal hati
Cinta itu rela berbagi, tak hanya dipendam sendiri

Cinta sejati mendekatkan kepada Ilahi 
Cinta sejati menjauhkan dosa dari dalam diri
Cinta sejati mengasihi yang disayangi
Cinta sejati selalu tahu ke mana ia harus kembali


Malang, 28 Mei 2018 22:49

Minggu, 27 Mei 2018

Muhasabah

Ramadan sudah sepuluh hari berlalu. Bagaimana kabar salatmu? Apakah sudah di awal waktu? Sudahkah ia menempati saf pertama? Sudahkah ia ditunaikan dengan berjamaah? Tanyakan saja pada hatimu.

Duhai Ayah Calon Istriku (Sebuah Surat dari Calon Imam Putrimu)

Duhai ayah. Bagaimana kabar hari-harimu? Masihkah kesibukan menyita banyak waktumu? Semoga kesehatan selalu terjaga sepanjang waktu bersama deru tugas yang tiada jemu bertamu.

Sabtu, 26 Mei 2018

Puisi Tentang Adinda

Adinda
Pada binar mata indahmu
Yang terlindungi kacamata itu
Kulihat keteduhan dan ketajaman menatap masa depan

Merawat Ibadah Puasa Ramadan

Dalam sebuah ceramah yang disampaikan seorang ustaz selepas salat jamaah, sang penceramah mengingatkan tentang hendaknya sebagai muslim kita harus tahu bahwa Ramadan adalah syahrul jihad. Bulan penuh dengan perjuangan. Nabi pernah menyatakan sepulang dari perang Badar yang begitu melalahkan, Beliau bersabda bahwa kita baru saja pulang dari perang kecil. Kita akan menghadapi jihad atau perang yang lebih besar dari perang Badar. Para sahabat pun bertanya kepada Rasul, "adakah yang lebih besar daripada perang Badar ini?"

Apa Beda Ramadan Tahun Ini dengan Ramadan Tahun Lalu?

Ramadan sudah lewat seminggu berlalu. Sudahkah dirimu menyadari adanya perbedaan yang cukup signifikan dari puasa Ramadanmu dari tahun ke tahun? Ataukah masih sama saja? Atau nauzubillah, semakin berkurang kualitas juga kuantitas ibadahnya?

Buka Bersama, tapi Salat Magrib Keteteran

Semasa kuliah, beberapa kali saya ikut acara buka bersama yang diadakan berbagai kalangan. Mulai kalangan dosen, teman-teman organisasi, teman mahad, teman jurusan, teman masa MI, SMP atau MAN. Biasanya kita akan berkumpul selepas Asar. Beberapa mengadakan acara sarasehan atau pengajian menjelang buka puasa. Untuk hal ini saya sepakat. Hitung-hitung menambah ilmu. Ilmu di sini luas, tidak hanya seputar Islam dan Ramadan saja. Bisa jadi ilmu eksak, hobi, menulis, dan lain-lain.

Kamis, 24 Mei 2018

Tentang Malang dengan Segala Memori

Bila kuingat Malang, aku ingat pertama kalinya datang ke tempat ini. Bukan sebagai perantau seperti saat ini, hanya singgah sejenak untuk salat dan berbelanja sebab tujuan kala itu adalah rekreasi. Hal itu terjadi dua belas tahun lalu. Pernah pula, aku pergi ke kota ini untuk berkompetisi keagamaan dalam rangka hari ulang tahun salah satu madrasah ibtidaiyah kala itu. Semuanya masih kuingat dengan jelas.

Tentang Segala Mimpimu Tentangku

Entah mengapa, setiap momen-momen spesial yang berkaitan dengan Adinda, Adinda selalu bercerita bahwa ada mimpi yang tiba-tiba hadir. Kata Adinda, Kakanda senantiasa hadir menghiasi mimpi itu. Dahulu sebelum dua keluarga bertemu, Adinda bermimpi melihat Kakanda bersama ayah mengendarai mobil menuju rumah Adinda.

Rabu, 23 Mei 2018

Semoga Kau Paham Beginilah Aku

Mungkin bagimu, aku bukan sosok yang bisa romantis sepanjang waktu. Tapi, tenang Adinda. Aku memang diam, tapi ketahuilah keseharianku adalah tentangmu. Keseharianku adalah perjuangan tentang masa depan kita bersama. Semoga kau paham akan hal itu.

Selasa, 22 Mei 2018

Merangkum Hasil Kajian Selama Puasa Ramadan

Satu hal yang menjadi kebiasaan saya sejak lama adalah mencatat. Mencatat apa saja, di mana saja, dengan media apa saja. Hal ini saya lakukan sejak sekolah menengah pertama. Kala itu, salah satu ustad mengajak saya untuk rutin menulis di blog. Karena merasa kekurangan bahan, akhirnya setiap ada taklim di musala pondok, saya diam-diam mencatatnya dengan rapi pada satu buku kosong. Lantas, ketika tiba jam buka warnet, jemari saya menari dengan indah menuliskan kembali apa yang telah dituliskan di buku catatan saya.

Senin, 21 Mei 2018

Sekelumit Serba-Serbi Puasa Ramadan di Masa Kecil

Mengingat puasa ketika masih anak-anak dahulu bukan satu hal yang mudah. Me-recall memori masa lalu untuk hal ini cukup menguras tenaga. Tapi izinkan diri menuliskan beberapa yang diingat dalam otak.

Ramadan Masa Kecil vs Dewasa

Dahulu, kala Ramadan datang, saya mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Saya menjadwalkan kapan saya harus mengaji, kapan harus membaca buku, dan lain sebagainya. Lantas, Ramadan akan penuh dengan implementasi rencana-rencana tersebut.

Minggu, 20 Mei 2018

Jalinan Kasih yang Semakin Erat

Adinda, sadarkah dirimu bahwa minggu depan adalah dua minggu yang keempat sejak perkenalan kita kala itu. Aku baru sadar bahwa tiap dua minggu itu kita bertemu dan berjumpa. Mengurai rindu dalam hati menjadi benang-benang bahagia. Bertukar cerita, sekelebat senyum, berlarik-larik tulisan menyertainya. Belum lagi guyonan-guyonan yang menyertai dan mengelilingi setiap perjumpaan itu. Indah sekali.

Ya Allah, izinkanku Merindukannya

Ya Allah

Aku merindukannya dalam doa 
Aku merindukannya dalam sujud sepertiga 
Aku merindukannya dalam sujud di waktu yang lima
Aku merindukannya dalam waktu mustajabahnya pinta

Sabtu, 19 Mei 2018

Ketika Kumenikahimu

Ketika kumenikahimu, kutahu bahwa aku tidak hanya bersedia mencintaimu, tetapi juga harus bersedia mencintai keluargamu, sepenuhnya.

Produktif di Bulan Ramadan


Sebagai muslim yang semakin dewasa, tentunya momen Ramadan seharusnya tidak lagi menjadi sekadar rutinitas tahunan. Jangan sampai ia tak ubahnya perayaan hari jadi atau semacamnya. Ramadan terlalu agung untuk disamakan dengan yang semacam itu.

Kamis, 17 Mei 2018

Ketahui Tujuan Akhir Ramadanmu

Setelah melakukan pemanasan sebelum memasuki Ramadan dan mengetahui apa saja yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan, maka kali ini kita akan membahas apa sebenarnya tujuan akhir dari Ramadan. Apa sebenarnya hasil yang ingin didapat dari sebulan berpuasa dan berbagai ritual ibadah di dalamnya. Apa esensi dari Ramadan yang diumpamakan seperti kawah Candradimuka.

Rabu, 16 Mei 2018

Persiapan Menjelang Ramadan

Bulan suci kembali datang. Esok umat muslim akan berpuasa Ramadan. Malam ini diawali dengan salat Tarawih. Sebagai muslim, tentunya bulan Ramadan tak mau disia-siakan begitu saja. Kedatangannya begitu dinantikan. Kehadirannya adalah obat kerinduan.

Pada Aksara


Pada aksara, kumengenalmu di antara detik yang terus melaju 
Pada aksara, kutahu dirimu di antara larik puisi yang saling memburu
Pada aksara, kau pun dituntun oleh-Nya untuk menemukanku 
Pada aksara, kita berdua saling beradu untuk menjadi padu

Pulang, Pertemuan, dan Cinta

Kali ini aku kembali pulang. Terhitung dari pertama kali mengenalmu, ini adalah kepulangan keduaku. Keluargamu berencana bersilaturrahim ke rumah. Aku begitu senang mengetahui rencana itu. Sebab memang begitu pula inginku. Terima kasih untuk kesediaan keluargamu untuk singgah di gubukku. 

Selasa, 15 Mei 2018

Terminal, representasi Kehidupan Manusia


Sore ini kembali aku pulang. Di terminal bus Bungurasih aku harus transit, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman. Di terminal ini kulihat berupa-rupa manusia. Para penjual asongan menjajakan dagangannya kepada penumpang, ada pula seorang suami yang harus rela melepas istrinya untuk pergi. Ada pula sepasang suami istri yang tampak mencari tempat duduk bersebelahan sebab sang istri sedang sakit. 

Jumat, 11 Mei 2018

Prosa Cinta Perspektif K13


Ibarat kurikulum, tujuan akhirku adalah menikahimu dan membersamaimu sampai ke surga. Empat kompetensi inti itu melebur dalam kebersamaan kita. Kompetensi inti pertama adalah ketaqwaan, kompetensi inti kedua adalah menambah jejaring sosial, kompetensi inti ketiga adalah ilmu rumah tangga, kompetensi inti keempat adalah terampil dalam mengambil kebijakan dan keputusan.

Rabu, 09 Mei 2018

Bagaimana Aku Bisa Mengkhianatimu Adinda

Adinda, pagi ini kembali kupandang foto-fotomu. Wajahmu begitu meneduhkan. Sedap dipandang. Entah mengapa, memandangmu meski hanya foto yang ada itu sudah cukup mengobati rinduku padamu. Kalau sudah begitu, mana mungkin aku mengkhianatimu.

Selasa, 08 Mei 2018

Terima Kasih Sudah Menjadi Pengikat Memori


Satu kesyukuranku setelah mengenalmu adalah mengetahuimu sebagai insan yang begitu suka mengabadikan momen. Entah dalam tulisan, foto dan berbagai macam lainnya. Jujur saja, aku masih kurang pandai masalah itu. Mungkin lebih karena kesibukan yang terus kujadikan alasan tak mengabadikan momen itu dengan sempurna.

Senin, 07 Mei 2018

Hujan Selepas Asar


Untuk kesekian kalinya, hujan kembali mengguyur kawasan Kota Hujan Kedua. Sudah seminggu lebih rasanya hujan tak turun. Aku sendiri rindu akan hujan. Rindu basah airnya, rindu menari-nari di bawah rinainya, rindu memuisikannya dalam baris kata yang indah.

Sabtu, 05 Mei 2018

Saling Membersamai dalam Ketaatan


Kembali diri mengingat bagaimana diri menemukanmu. Kamu yang dahulu masih samar dan abu-abu. Kamu yang dahulu tak pernah kutahu nama, wajah dan segala tentangmu. Kamu yang dahulu tak mampu kujangkau secara nyata alias semu. 

Adinda, sejak sekian tahun lalu, pinta yang tiada pernah jemu terucap adalah hadirnya istri yang senantiasa bersama menggapai surga-Nya. Aku tak hanya ingin beristri dengan ia yang sekadar membersamai di dunia. Itu terlampau biasa. Bila dibahasa Arabkan, pinta itu berbunyi, Allahummarzuqnii zaujatan shoolihatan, dzaatu akhlaaqin kariimatin, zaujatallatii tusaa'idunii linaili jannatika. Rabbi, berikanlah rezeki kepadaku seorang istri yang salehah, memiliki akhlak mulia, istri yang senantiasa membantuku meraih surga-Nya. Aku meraba takdir-Nya yang tak pernah kutahu bagaimana pastinya. Tapi hatiku yakin bahwa kita sudah semakin dekat untuk saling menuju. 

Adinda, aku menuliskan kata senantiasa. Senantiasa bermakan seterusnya, ada konsistensi. Aku tak ingin kesalehan yang ada hadir sebelum janji suci terucap, tetapi terus menjadi perhiasan sehari-hari. Menjadi perisai diri yang ampuh. Menjadi teladan yang baik kelak bagi buah hati kita berdua. 

Adinda, bila ada masa futur (iman kendur) maka ingatkanlah kakanda dengan cara yang baik. Pun denganku. Aku akan terus mengingatkan dirimu tatkala ada yang kurang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. 

Adinda, sungguh bersyukur aku mengenalmu. Balas-membalas untuk mengingatkan dalam kebaikan terus meluncur. Ucapan selamat salat atau bacaan Quran yang saling kita perdengarkan membuat pertemuan semakin syahdu. 

Adinda, teruslah seperti ini. Saling mengingatkan dalam kebaikan, kesabaran dan ketakwaan.  Terima kasih tak terkira telah bersedia berjalan bersama. Menyusuri sisa kehidupan dalam mahligai rumah tangga bahagia sampai surga. 

Adinda, bila dalam kesendirian kita sebelumnya, kita sama-sama telah berada di atas jalan ketaatan, kuharap ketika telah bersepakat bersama, tentu ketaatan itu semakin meningkat adanya. Mari bersama mewujudkannya. 

Malang, 5 Mei 2018 

Rabu, 02 Mei 2018

Tak Perlu Risau, Adinda

Ada yang tak biasa padamu malam ini 
Kucoba membuka percakapan seperti biasa 
Tapi responmu tak seperti biasanya

Katamu ada tanggung jawab yang belum tertunaikan 

Selasa, 01 Mei 2018

Selalu Ingat Awal Kita Saling Kenal (Momentum Satu Bulan Perkenalan) Part 2


Setelah pernyataan janji kedua insan itu, kita kembali asyik pada tulisan yang semakin mengalir, semakin mesra dari hari ke hari. Ada kerinduan mendalam pada yang dicinta. Ada rasa yang semakin nyata dalam dada. Ada jumpa yang didamba.

Selalu Ingat Awal Kita Saling Kenal (Momentum Satu Bulan Perkenalan)


Adinda, bila suatu hari nanti hadir kebosanan dalam mencintai, mari sejenak bersama menelusuri ke belakang. Bagaimana kita berdua bisa saling kenal.
Back to top