Ketika Kumenikahimu

Ketika kumenikahimu, kutahu bahwa aku tidak hanya bersedia mencintaimu, tetapi juga harus bersedia mencintai keluargamu, sepenuhnya.

Ketika kumenikahimu, aku tidak hanya mencintai kelebihanmu dan memaklumi kekuranganmu. Tetapi, aku juga harus siap meningkatkan kapasitas diri dan saling memperbaiki atas kekurangan yang bertahta.
.
Ketika kumenikahimu, aku tidak hanya siap menafkahimu lahir batin, tetapi aku juga harus siap mendidikmu menjadi pribadi lebih baik sepanjang waktu. Membuatmu selalu naik kelas sepanjang waktu. Menjadikanmu seorang pembelajar tanpa mengenal kata jemu.
.
Ketika kumenikahimu, aku tidak hanya ingin bersamamu di dunia ini, tetapi juga di akhirat kelak. Mari bersama mewujudkannya. Mari satukan tekad untuk meraih jannah-Nya.
.
Ketika kumenikahimu, aku akan setia bersamamu. Dalam suka dan duka yang dirasa bersama. Pada masalah yang dicari solusinya bersama. Pada kebahagiaan dan kesedihan yang siap dibagi berdua.
.
Ketika kumenikahimu, aku tak ingin pernah merasa ada kata cukup dalam mencintaimu. Aku tak ingin mengenal kata putus asa dalam kamus rumah tangga bersamamu. Aku hanya ingin mengenal kata mimpi, harap, dan doa yang tiada henti dipanjatkan kepada Sang Maha Cinta.
.
Semoga renungan ini tak sebatas kata tiada makna. Semoga pengamalannya sejalan dengan apa yang telah dituliskan.
.

Malang, 19 Mei 2018 

Komentar