Mencetak Generasi Sholih


Malam ini saya berkesempatan menghadiri acara walimatul aqiqoh adinda Hilwa Futuhan Fatiya, putri ketiga dari Ustad Muchlis. Acara dihadiri beberapa warga sekitar dan guru madrasah. Saya sangat beruntung bisa berada di tengah-tengah mereka. 
.
Acara dikomandani oleh Ustad Rozi selaku pembawa acara. Sambutan shohibul bait dan juga mauidzah hasanah dari Ustad Sutaman. Sebelumnya, seluruh yang hadir diperkenankan untuk ikut mencukur rambut Hilwa sembari mendoakannya. Ingatan saya langsung terlempar pada masa depan di mana saya juga akan melakukan hal yang sama.
.
Ustad Sutaman menyampaikan tentang perbedaan keilmuan dan pemahaman. Keilmuan terkait dengan kepintaran otak dalam memproses informasi. Seseorang yang berilmu mampu mendayagunakan otaknya dengan baik. Sedangkan pemahaman adalah hasil dari olah hati. Pemahaman hasil dari pendayagunaan fitrah manusia, sisi spiritual. Pemahaman ini biasanya melebihi kecepatan otak. Maka, ketika punya anak nanti, jangan hanya fokus pada keilmuan, tetapi juga fokuslah pada pemahaman. Ajarkan bagaimana akidah yang benar, ajarkan bagaimana praktek ibadah yang benar, ajarkan bagaimana mengolah hati dengan baik. 
.
Fenomena saat ini adalah bahwa kebanyakan orang tua lebih bangga dengan keilmuan yang dimiliki anaknya. Tetapi, tak banyak yang mengapresiasi pada sisi hasil olah hati. Maka, keberadaan pendidikan saat ini sudah cukup baik dengan integrasi antara ilmu dan penanaman akhlak. 
.
Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa pemahaman dapat hadir dari seorang ibu. Maka, membentuk anak saleh sesungguhnya dimulai sejak seseorang mencari calon ibu bagi anak-anaknya kelak. Kemudian hadis menyebutkan tentang penghormatan kepada ibu sebanyak tiga kali, baru kemudian ayah. Hal itu merupakan justifikasi kesalehan anak dibebankan pertama kepada ibu, kemudian kepada ayah. Hal ini bukan berarti tanggung jawab kepengasuhan anak hanya ada pada ibu. Ayah dan ibu harus bahu membahu menciptakan lingkungan yang baik dalam mengasuh sang buah hati. Semoga anak-anak kita kelak menjadi penyejuk mata dan ladang pahala untuk meraih surga-Nya.
.
Malang, 30 April 2018 

Komentar