Merangkum Hasil Kajian Selama Puasa Ramadan

Satu hal yang menjadi kebiasaan saya sejak lama adalah mencatat. Mencatat apa saja, di mana saja, dengan media apa saja. Hal ini saya lakukan sejak sekolah menengah pertama. Kala itu, salah satu ustad mengajak saya untuk rutin menulis di blog. Karena merasa kekurangan bahan, akhirnya setiap ada taklim di musala pondok, saya diam-diam mencatatnya dengan rapi pada satu buku kosong. Lantas, ketika tiba jam buka warnet, jemari saya menari dengan indah menuliskan kembali apa yang telah dituliskan di buku catatan saya.

Lambat laun, kebiasaan itu seperti mendarah daging. Beberapa kali saya dipercaya menjadi sekretaris. Berbekal ketelitian tingkat tinggi dan kemauan belajar yang kuat, saya terima semua tantangan tersebut. Kali ini, momen Ramadan rasanya cukup baik untuk kembali mengabadikan hasil ceramah, menuliskannya, lalu membagikannya melalui sosial media atau blog.

Apa yang harus dilakukan ketika ingin menjadi pengabadi suara dalam tinta? Berikut tipsnya.

1. Bawa pena dan buku kecil ke mana pun kamu pergi
Dengan tips ini, kamu akan cepat mencatat apa pun yang kamu temui. Ide akan bermunculan dengan sendirinya. Lebih pekalah membaca situasi dan kondisi.


2. Menulis poin penting
Kamu tidak perlu menulis semua yang dibicarakan penceramah ketika berkhutbah. Kamu cukup menuliskan poin-poinnya saja. Poin-poin akan lebih memudahkan diri untuk mengingatnya.


3. Menulis dengan bahasa sendiri
Usahakan untuk menulis dengan gayamu sendiri. Tak usah terlalu terpaku dengan bahasa yang dipakai penceramah. Kamu bisa berkreasi sekreatif mungkin. Kamu mungkin bisa membuat peta konsep bila perlu.


4. Tuliskan alurnya
Maksudnya? Kamu tulis saja alur pemikiran penceramah itu. Tulis poin pentingnya, beri arah panah atau garis (-) agar lebih mudah dipahami dan dirangkai kembali ketika ingin menuliskannya di berbagai akun media sosialmu.


5. Tuliskan kembali secara runtut apa yang telah kamu dapat
Tips terakhir adalah menuliskan kembali poin-poin tersebut dengan merangkainya menjadi kalimat-kalimat yang lebih mudah dipahami. Dengan begitu, maka pembacamu akan lebih mudah mencerna apa yang ingin kamu sampaikan.


Itulah sedikit tips dari saya bagi kamu yang ingin mulai menjadi penulis. Sudah siap menjadi penulis hari ini?

#RamadhanBercerita #RamadhanBerceritaday6 #produktif

Komentar