Ramadan Masa Kecil vs Dewasa

Dahulu, kala Ramadan datang, saya mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Saya menjadwalkan kapan saya harus mengaji, kapan harus membaca buku, dan lain sebagainya. Lantas, Ramadan akan penuh dengan implementasi rencana-rencana tersebut.
.
Kini, setelah dewasa, perencanaan itu lebih banyak hanya perencanaan belaka. Perihal pelaksanaan lebih banyak menyesuaikan. Menyesuaikan dengan jatah waktu yang ada, mencuri-curi waktu senggang, menyesuaikan dengan tumpukan pekerjaan dan tanggung jawab yang kian hari tidak makin berkurang, tetapi semakin banyak saja.
.
Dahulu, kala Ramadan datang, bahagia itu cukup sederhana. Cukup meletakkan sebongkah es di tenggorokan atau dahi di siang yang terik atau bermain kembang api selepas tarawih.
.
Kini, setelah dewasa, bahagiaku pun cukup sederhana. Berkumpul dengan keluarga besar, makan sahur dan berbuka puasa bersama. Persis dengan apa yang biasa dilakukan ketika masih bersekolah dasar dahulu.
.
Pada akhirnya, bahagia atau tidak terletak pada bagaimana perasaan hati ketika menghadapi situasi. Bahagia tak peduli dengan rentang usia. Bisa jadi ia tampak bahagia bagi masa kecil sebagian orang, tetapi tidak bagi yang lain. Semoga kita senantiasa diberi kesempatan berbahagia di segala kondisi.
.
Lalu, apa yang kau rasakan berbeda dari Ramadanmu di kala dewasa? Masih seasyik masa kecil? Atau bahkan lebih asyik ketika telah dewasa?

#RamadhanBercerita #RamadhanBerceritaday5 #21052018

Komentar