Saling Membersamai dalam Ketaatan


Kembali diri mengingat bagaimana diri menemukanmu. Kamu yang dahulu masih samar dan abu-abu. Kamu yang dahulu tak pernah kutahu nama, wajah dan segala tentangmu. Kamu yang dahulu tak mampu kujangkau secara nyata alias semu. 

Adinda, sejak sekian tahun lalu, pinta yang tiada pernah jemu terucap adalah hadirnya istri yang senantiasa bersama menggapai surga-Nya. Aku tak hanya ingin beristri dengan ia yang sekadar membersamai di dunia. Itu terlampau biasa. Bila dibahasa Arabkan, pinta itu berbunyi, Allahummarzuqnii zaujatan shoolihatan, dzaatu akhlaaqin kariimatin, zaujatallatii tusaa'idunii linaili jannatika. Rabbi, berikanlah rezeki kepadaku seorang istri yang salehah, memiliki akhlak mulia, istri yang senantiasa membantuku meraih surga-Nya. Aku meraba takdir-Nya yang tak pernah kutahu bagaimana pastinya. Tapi hatiku yakin bahwa kita sudah semakin dekat untuk saling menuju. 

Adinda, aku menuliskan kata senantiasa. Senantiasa bermakan seterusnya, ada konsistensi. Aku tak ingin kesalehan yang ada hadir sebelum janji suci terucap, tetapi terus menjadi perhiasan sehari-hari. Menjadi perisai diri yang ampuh. Menjadi teladan yang baik kelak bagi buah hati kita berdua. 

Adinda, bila ada masa futur (iman kendur) maka ingatkanlah kakanda dengan cara yang baik. Pun denganku. Aku akan terus mengingatkan dirimu tatkala ada yang kurang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. 

Adinda, sungguh bersyukur aku mengenalmu. Balas-membalas untuk mengingatkan dalam kebaikan terus meluncur. Ucapan selamat salat atau bacaan Quran yang saling kita perdengarkan membuat pertemuan semakin syahdu. 

Adinda, teruslah seperti ini. Saling mengingatkan dalam kebaikan, kesabaran dan ketakwaan.  Terima kasih tak terkira telah bersedia berjalan bersama. Menyusuri sisa kehidupan dalam mahligai rumah tangga bahagia sampai surga. 

Adinda, bila dalam kesendirian kita sebelumnya, kita sama-sama telah berada di atas jalan ketaatan, kuharap ketika telah bersepakat bersama, tentu ketaatan itu semakin meningkat adanya. Mari bersama mewujudkannya. 

Malang, 5 Mei 2018 

Komentar