Tentang Segala Mimpimu Tentangku

Entah mengapa, setiap momen-momen spesial yang berkaitan dengan Adinda, Adinda selalu bercerita bahwa ada mimpi yang tiba-tiba hadir. Kata Adinda, Kakanda senantiasa hadir menghiasi mimpi itu. Dahulu sebelum dua keluarga bertemu, Adinda bermimpi melihat Kakanda bersama ayah mengendarai mobil menuju rumah Adinda.

Mimpi kedua ketika Adinda dan keluarga besar ingin bertandang ke rumah Kakanda. Mimpi serupa terulang kembali. Katanya Adinda sempat menumpang mandi di rumah Kakanda, mengikuti satu acara, lantas kembali ke rumah Kakanda untuk mengobrol banyak hal dengan ibu Kakanda.

Hari ini Adinda kembali bercerita bahwa semalam telah bermimpi melihat Kakanda mengenakan baju oren dan dirias oleh ibu Kakanda. Sepertinya itu hari bahagia kita berdua. Ah, betapa senang Kakand mendengar semua penuturan jujur dari Adinda.

Mengenai berbagai mimpi itu, Kakanda hanya berpikir bahwa kesemuanya adalah isyarat menuju kebahagiaan kita berdua. Allah titipkan kisah-kisah yang akan terjadi di antara kita berdua pada Adinda. Mungkin Adinda yang lebih pas untuk itu, Kakanda tak tahu. Yang pasti, Kakanda hanya berdoa pada-Nya bahwa semoga semua mimpi itu adalah mimpi yang benar adanya. Tak ditumpangi oleh setan untuk membuat terpuruk siapa yang dihinggapi oleh mimpi tersebut. Juga bukan tentang mimpi buruk yang mengkhawatirkan diri.

Kakanda hanya ingin mimpi yang ada serupa dengan mimpi para nabi yang meneguhkan hati. Mimpi yang mengokohkan jiwa. Bukan mimpi yang merontokkan semangat dalam keseharian. Bukan mimpi yang menghilangkan rasa cinta suci yang telah tersemai di antara kita berdua.

Kota Sejuta Rindu, 23 Mei 2018

Komentar