Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Senin, 25 Juni 2018

Satu Langkah Awal Terlewati


Menjejaki satu langkah awal menuju janji suci terlaksana sudah. Pada hari yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak, kita sama-sama bertemu. Tak hanya antara aku dan kamu. Tapi keluarga besarku dan keluarga besarmu. Mungkin ada yang berpikir, mengapa harus keluarga besar? Tidak cukupkah satu dua orang saja? Sebenarnya ini merupakan hikmah dari khitbah. Dengan hadirnya dua keluarga besar, artinya ada banyak saksi dan lebih ada banyak doa yang terlantun dari lisan-lisan dua keluarga untuk kelancaran menuju hari yang dinantikan.

Jumat, 22 Juni 2018

Pelan-pelan Mengenal Keluarga Besarmu


Adinda, terima kasih atas penerimaanmu atasku sampai hari ini. Menuju hari bahagia itu, kau mengajakku untuk mengenal keluargamu. Aku pun tak bisa mengelak, lagi pula untuk apa mengelak, cepat atau lambat aku tentu harus mengenal keluarga besarmu. Pun sebaliknya. Aku mengiyakan ajakanmu dan kau kenalkan diriku pada satu per satu keluarga besarmu. Mulai dari kakek, nenek, saudara ayahmu, saudara ibumu, sepupumu, dan seterusnya.

Kamis, 21 Juni 2018

Tentang Menyeleksi Hal-hal Tidak Penting dalam Hidup

Pagi ini, pada liburan di hari kesekian, saya kembali disibukkan dengan bersih-bersih rumah. Kali ini gudang menjadi objek yang akan dibersihkan. Berbagai macam barang pecah belah dikeluarkan, dibersihkan, dipilah dan dipilih. Mana yang harus dibuang dan mana yang harus disimpan menjadi pekerjaan tersendiri ketika bersih-bersih semacam ini.


Ada kertas-kertas zaman kuliah sarjana, buku bacaan, sepatu zaman Aliyah, dan berbagai barang lainnya. Saya bersama keluarga gotong royong membersihkan gudang yang sesungguhnya hanya memiliki luas lebih kecil daripada ruang-ruang lainnya. Satu sampai dua jam pekerjaan tersebut akhirnya selesai. Beberapa barang terpaksa "dipertimbangkan" (istilah ayah saya) alias berakhir menjadi barang rongsokan. Beberapa lainnya kembali disimpan dan ditata dengan rapi. Ruangan dibersihkan, dipel, diberi pengharum dan kembali ditutup.

Rabu, 20 Juni 2018

Jangan Ajari Anakmu Mental Miskin!


Satu hal yang saya perhatikan ketika puasa Ramadan akan berakhir adalah budaya meminta zakat. Mulai dari yang anak-anak sampai dewasa bahkan manula melakukan hal yang sama. Mereka akan mendatangi kediaman orang yang berpunya, berucap, "Pak, zakate.". Lantas, setelah diberi sesuai kemampuan pemilik rumah, mereka akan ngacir. Melanjutkan hal yang sama di rumah-rumah orang "punya" lainnya. 

Senin, 18 Juni 2018

Turn to 24, You


Bagaimana perasaanmu dapat merayakan hari berkurangnya jatah umur bersama calon pasangan penyempurna agama? Tentu bahagia bukan? Nah, itulah yang aku rasakan kemarin, Rabu, 13 Juni 2018. Dua momen bahagia beradu menjadi satu. Kedua orang tua merayakan ulang tahun peenikahan ke 25. Silver anniversary, plus Dik Ulfa Rosyidah merayakan ultahnya yang ke-24.

Sebab Agama dan Akhlakmu Aku Tertaut


Dik, sikapmu beberapa hari ini benar-benar kembali menghadirkan syukur tiada terkira pada-Nya. Pagi ini kau ingatkan aku untuk salat malam. Terima kasih atas pengingat di saat diri sudah seringkali lupa. 

Rabu, 13 Juni 2018

Kelak Nanti

Kelak
Engkaulah yang akan setia membersamaiku
Dalam suka dan dukaku

Mudik Bersamamu


Senin, 11 Juni 2018, kembali kau jejakkan kaki di Kota Sejuta Rindu. Aku sudah merindukannya sejak lama. Sejak kepulangan sebelum puasa waktu lalu, rindu ini mengakar kuat meski tak terucapkan. Rindu ini semakin menguat meski tak tertuliskan. Ia mengendap dalam hati mendamba pertemuan.

Minggu, 03 Juni 2018

Simpan Cinta Ini dalam Hati

Adinda, ketika suatu saat nanti, Kakanda tak mampu lagi menulis cerita indah melalui tulisan sebagaimana awal kita bersua, kuharap Adinda selalu ingat bahwa segala tulisan itu datang dari hati. Maka, simpan segalanya dalam hati kecilmu. Semoga tulisan itu penuh kebaikan, tidak berisi kebencian. Sehingga dapat diambil pelajaran berharga, olehmu, juga oleh keluarga kecil kita kelak.

Dua Bulan Mengenalmu: Calon Bidadari Dunia Akhiratku

Kali ini kembali kesyukuran terus mengucur deras dari lisan. Tentang satu tanya yang telah menemukan jawabnya, dua bulan lalu. Di antara baris doa dan pinta yang didendangkan tiada jemu, kumenemukanmu, calon bidadari dunia akhiratku. 

Empat Macam Ujian dari Allah

Ada empat ujian yang diberikan Allah kepada manusia. Berikut adalah penjelasannya:

1. Ujian dengan perintah Allah.
Ujian pertama adalah ujian ketika menjalankan perintah Allah. Kita sabar dalam menjalankan salat, zakat, puasa, dan seterusnya. Contohnya adalah kisah Nabi Ibrahim. Beliau begitu teguh menjalankan perintah Allah untuk menyembelih anak semata wayangnya, Ismail. Beliau juga mempertaruhkan keluarganya untuk tinggal di tanah yang tidak ada tanaman di atasnya, sebuah tanah suci. Itu semua beliau lakukan hanya dalam rangka menjalankan perintah Allah SWT.

2. Ujian dengan larangan Allah. Ujian kedua adalah bersabar untuk meninggalkan larangan Allah. Kita tinggalkan minum khomer, kita tinggalkan berjudi dan berbagai larangan lainnya karena Allah. Contoh nyata dilakukan oleh Nabi Yusuf. Nabi Yusuf mampu menahan nafsunya untuk tidak berzina dengan Zulaikha meskipun kondisi dan situasi mendukung. Begitulah seharusnya seorang muslim dalam menghadapi ujian terhadap larangan Allah.

3. Ujian dengan musibah. Contoh nyata adalah Nabi Ayyub. Beliau bersabar ketika menerima musibah penyakit di sekujur tubuhnya yang menyebabkan beliau ditinggalkan oleh kelurganya. Berkat kesabarannya, maka Allah kembalikan kesehatan beliau dan beliau kembali tinggal bersama keluarganya. Maka, hendaknya semacam itulah muslim menghadapi musibah dari-Nya.

4. Ujian dari orang kafir. Ujian keempat adalah ujian orang kafir. Contohnya adalah Nabi Muhammad. Beliau begitu sabar menghadapi gempuran dari kafir Quraisy.

Itulah empat macam ujian. Semoga kita diberi kekuatan untuk menghadapi ujian yang ada oleh-Nya.

#RamadhanBercerita #RamadhanBerceritaday15 #latepost #31052018

Jumat, 01 Juni 2018

Jihad Fi Sabilillah

Beberapa hari terakhir, agama Islam terkesan keras, peperangan, teroris. Padahal sesungguhnya Islam tidak mengenal konflik. Islam adalah agama damai, agama persaudaraan.

Dalam Islam, jihad fi sabilillah termasuk ke dalam salah satu perdagangan yang menyelamatkan kita dari azab yang pedih. Hal itu disebutkan dalam surat Ash-Shaf ayat 10. Jihad para pencari ilmu adalah dengan ilmunya.

Allah sendiri dalam sifatnya yang 99, bila diamati ada sifat-sifat yang kontradiktif, bertentangan. Misal Maha Pemaaf dan Maha Yang Pedih Siksanya. Adanya sifat-sifat ini menunjukkan bahwa Allah tidak ekstrem kanan atau ekstrem kiri. Allah punya konsep universal dan komprehensif. Sifat "rahim", penyayang Allah membersamai 99 sifatnya.

Maka, bila telah ada rahmah, kasih sayang, maka yang ada hanyalah husnuzan kepada Allah. Maka, jihad adalah berjuang sungguh-sungguh. Jihad yang lebih besar adalah jihad melawan hawa nafsu. Maka, tugas kita sebagai muslim adalah berjuang menegakkan kalimat Allah yang tinggi. Meninggikan agama Allah, agama Islam.

#ringkasanceramah #RamadhanBercerita #RamadhanBerceritaday14 #30052018

Back to top