Dua Bulan Mengenalmu: Calon Bidadari Dunia Akhiratku

Kali ini kembali kesyukuran terus mengucur deras dari lisan. Tentang satu tanya yang telah menemukan jawabnya, dua bulan lalu. Di antara baris doa dan pinta yang didendangkan tiada jemu, kumenemukanmu, calon bidadari dunia akhiratku. 
.
Dua bulan lalu, selepas perkenalan seminggu, kuberanikan diri menghubungimu via suara. Kau tahu Adinda, kupersiapkan apa saja yang akan aku bicarakan denganmu kala itu. Maklum, aku benar-benar tipe pemalu untuk mengungkapkan rasa cintaku. Terlebih pada ia yang kuharap akan membersamai sisa hidup. Kutuliskan semuanya pada satu halaman kertas putih. Kuletakkan di depanku, lantas kumenghubungimu.
.
Namun, pertama kali mendengar suaramu, cepat-cepat kusingkirkan kertas itu. Tidak kubuang, masih kusimpan sampai saat ini. Kapan-kapan akan kutunjukkan padamu, Dik. Suaramu mengalun merdu. Jauh di lubuk hatiku, rasa ini semakin mantap. Beradu dengan degup jantung yang semakin tak menentu. Beradu dengan kata yang terbata-bata terucap. Beradu dengan kemantapan hati sebagai hasil dari istikharah selama seminggu terakhir. Akhirnya, kumantapkan diri mengatakannya. Aku ingin menjadikanmu penyempurna agamaku.
.
Tak dinyana, jawabanmu datang begitu cepat. Bila kau tahu, bahagiaku tak terucapkan. Bahagiaku tak mampu tertuliskan. Sujud syukurku pada Allah yang telah menghadirkan skenario terindah bagi dua anak manusia untuk memadu kasih. Dalam balutan rida-Nya.
.
Adinda, mari terus merenda kisah penuh bahagia. Satu kisah yang semoga menjadi salah satu deretan kisah mahligai rumah tangga surgawi. Mari tak henti-hentinya memahami perbedaan yang ada. Memaklumi, meningkatkan kapasitas diri. Adinda telah mengenal kekuranganku, seiring berjalannya waktu, semoga tak ada semburat kecewa yang hadir. Mari terus saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan.
.
Adinda, pada Juni yang dirindu. Pada pertemuan yang seakan menjadi candu. Pada berkurangnya jatah umur yang semoga diliputi bahagia berlipat ganda. Semoga yang terbaik untuk Adinda. Semoga segala cita tergapai dengan segera.
.
Pada bulan Juni, kukuatkan rasa padamu. Pada bulan Juni, kurekatkan kasih padamu.
Pada bulan Juni, kutitipkan pinta terbaik untukmu, juga untuk kita yang akan bersatu.
Pada bulan Juni, semoga kebersamaan ini semakin mengakar kuat dalam kalbu.
.
Untukmu
Calon bidadari dunia akhiratku.
Dariku, calon imammu. 
31-03-2018 - 31-05-2018 
.
Kota Sejuta Rindu
3 Juni 2018, 15:49

Komentar