Pelan-pelan Mengenal Keluarga Besarmu


Adinda, terima kasih atas penerimaanmu atasku sampai hari ini. Menuju hari bahagia itu, kau mengajakku untuk mengenal keluargamu. Aku pun tak bisa mengelak, lagi pula untuk apa mengelak, cepat atau lambat aku tentu harus mengenal keluarga besarmu. Pun sebaliknya. Aku mengiyakan ajakanmu dan kau kenalkan diriku pada satu per satu keluarga besarmu. Mulai dari kakek, nenek, saudara ayahmu, saudara ibumu, sepupumu, dan seterusnya.


Saya sebenarnya agak grogi. Bukan karena tidak mau berkenalan, tetapi posisi saya yang kala itu belum melamarmu, juga belum mengucap akad nikah. Tetapi tidak mengapa. Anggap saja aku mencuri start dengan mengenal keluarga besarmu jauh hari sebelum kedua hal tersebut dilaksanakan.

Tapi mungkin ada yang menilai bahwa diriku pendiam. Bagi saya tidak menjadi masalah. Saya memang memiliki masalah tersendiri ketika harus mengenal orang baru. Saya biasanya akan mengamati terlebih dahulu pembicaraan yang ada. Mencoba bertanya kepada mereka yang sudah saya kenal. Kemudian kalau saya merasa nyaman dan aman, saya baru berkenalan dengan orang baru tersebut. Jujur saja, lebih sering orang lain mengajak saya berkenalan lebih dahulu daripada sebaliknya.

Saya memang butuh waktu yang sedikit lama untuk mengenal seseorang. Terlebih kali ini harus mengenal keluarga besarmu yang pada masa-masa selanjutnya akan banyak berinteraksi dengan mereka. Tetapi saya berjanji untuk mengenal keluarga besarmu sebaik mungkin. Mengawali memang susah, tapi bukan berarti tidak bisa.

Akhirnya, semoga kau bisa membantuku mengenal keluarga besarmu dengan baik. Diriku juga akan melakukan hal yang sama untukmu.

Bojonegoro, 22 Juni 2018 13:13

Komentar