Bersamamu Menjemput Impian (2)


Selepas Zuhur, aku menjemputmu di penginapan. Tak jauh dari penginapan, kita berdua makan siang. Warung Ayam Nelongso menjadi pilihan siang hari ini. Sembari antre, kita kembali berbincang tentang banyak hal. Setelah memesan makan, kita menuju lantai 2 untuk mencari tempat yang nyaman. Kita memilih tempat lesehan dekat berjarak sekian meter dari jendela. Beberapa saat setelah menempatinya, seorang ibu dengan dua anaknya mengambil duduk dekat dengan kita berdua. Putra ibu tersebut memutuskan pindah tempat duduk tepat di depanku. Aku sesekali mengamatinya sambil berpikir, "Menjadi orang tua itu bukan hal mudah. Persiapan dari berbagai sisi harus dilakukan. Semoga kelak kita mampu mengantarkan anak-anak kita menuju gerbang sukses dunia akhirat ya, Dik".

Aku melahap makan siang kali ini dengan cepat. Mengapa? Tentu sebab cukup lapar setelah melaksanakan sidang tesis beberapa jam lalu. Kita menikmati hidangan masing-masing sambil bercengkerama dan membumbuinya dengan canda tawa. Sekitar setengah jam kita telah berada di warung makan tersebut. Setelah selesai, kita menuju Toga Mas. Kau akan membeli beberapa buku pelajaran kelas VIII K13. Kita berada di toko buku hingga menjelang Asar. Ketika azan Asar hendak berkumandang, kita telah meninggalkan toko buku tersebut. Aku mengantarkanmu kembali ke penginapan. Aku pun kembali ke mahad. Sepertinya perjalanan hari ini cukup menggembirakan meski lelah menghiasi. Tetapi, apa pun, melakukan sesuatu bersama orang tercinta selalu menghadirkan jalinan kebahagiaan yang terkadang hanya perlu dirasakan dalam hati.

Sore ini, Adik meminta izin untuk keluar bersama teman-teman Adik. Hal-hal semacam ini yang selalu membuat Mas bangga dengan Adik. Malam ini kita habiskan dengan berkirim pesan melalui whatsapp hingga kantuk menyerang dan terlelaplah kita ke alam mimpi.

Rabu, 11 Juli 2018
Tahajud kembali ditunaikan sebelum Subuh. Salat Subuh kulaksanakan setelah membangunkan santri Alexandria. Membaca kalam Ilahi semoga menjadi kebiasaan setiap pagi yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Menjelang siang, aku bersih diri, salat Duha dan bersiap menjemputmu di penginapan. Rencana sarapan bareng dan berwisata akan kita lakukan pagi ini. Setelah menjemputmu di penginapan, kita menuju warung dekat UIN Malang 1 untuk sarapan.

Beberapa saat kemudian, tampak Mala, teman sewaktu kuliah sarjana dulu. Ia  sarapan bersama temannya di tempat yang sama dengan kita berdua sarapan. Awalnya sedikit kikuk, tetapi aku mencoba bersikap biasa saja. Perbincangan kembali mengalir. Setelah beberapa saat, kita berdua memutuskan untuk meninggalkan warung makan tersebut. Rencana selanjutnya aku ingin mengajakmu ke Kampung Warna-warni Jodipan. Kau setuju dan kita berdua segera meluncur ke sana.

Kejadian lucunya adalah ketika sudah hendak sampai di Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ), aku melihat tulisan parkir Kampung Tridi. Aku jadi ingat kalau KWJ terhubung melalui jembatan kaca. Karena kurang yakin, aku melanjutkan perjalanan menuju KWJ. Hingga pada akhirnya, aku memutar balik kendaraan untuk parkir di Kampung Tridi. Lagipula nanti juga akan sampai di KWJ juga meskipun parkir di Kampung Tridi. Setelah membayar tiket masuk dan ongkos parkir, kita berdua menyusuri Kampung Tridi. Canda dan tawa menghiasi wisata kali ini. Beberapa titik menjadi pilihan kita berdua berfoto. Ah, lagi-lagi bahagia itu menyeruak begitu saja dari dalam hatiku. Momen-momen kebersamaan semacam ini tentu akan terus kita lanjutkan di masa-masa setelah menikah nanti.

Setelah puas berfoto dan lelah berkeliling, kau ternyata mengundang sahabat semasa kuliahmu untuk datang ke KWJ. Akhirnya, kita bertiga berfoto di beberapa titik dan beristirahat di salah satu warung. Kita bertiga berbincang banyak hal, mulai dunia kuliah sampai persiapan pernikahan. Menjelang Zuhur, aku mengantarkanmu ke penginapan. Aku menunaikan salat Zuhur di masjid dekat penginapan. Setelah salat Zuhur, aku mengantarkanmu menuju terminal Arjosari.

Akhirnya, kita berdua berpisah untuk sementara waktu. Untuk kembali bertemu di waktu mendatang. Berpisah untuk kembali mendendangkan rindu dan pinta dalam keseharian. Kunikmati hari ini bersamamu. Rasanya ingin waktu melambat atau bahkan berhenti barang sekian jam. Sengaja kulambatkan laju motor supaya bisa lebih lama bersamamu.

Beberapa saat kemudian, motor telah sampai di tempat parkir. Kedua bola mata kita pun bertemu. Kukatakan padamu untuk tak lupa mengirimkan foto-foto di KWJ beberapa saat lalu. Sambil berlalu kau berkata, "nggak mau", disertai ekspresi wajah yang meskipun sebal tetapi selalu dirindukan. Akhirnya, aku hanya mampu memandangimu dari jok motorku. Aku pun berlalu, memacu motor untuk kembali ke mahad.

Terima kasihku padamu 
Atas segala kenyamanan yang begitu padu
Atas rasa percaya tanpa rasa ragu 
Atas segala perhatian yang dinantikan selalu

Semoga gelar yang didapat
Senantiasa membawa berkat
Membersamai langkah menuju hari perjanjian yang berat
Menemani hari-hari dengan bahagia yang tersemat


Kota Sejuta Rindu, 17 Juli 2018 10:45
(Temtang kita 11 Juli 2018) 

Komentar