Bersamamu Menjemput Impian


Senin, 9 Juli 2018
Kabar bahagia itu segera kukabarkan padamu beberapa saat yang lalu. Perihal sidang tesis yang akan dilaksanakan esok hari. Kau berjanji akan menghadirinya. Aku pun begitu bahagia mendengarnya. Hari ini kau tepati janji itu. Siang hari sepulang dari sekolah dan mempersiapkan segalanya, kau berangkat dengan bus. Aku menunggu kedatanganmu di Kota Sejuta Rindu. Beberapa jam kemudian kau telah sampai di Kota Sejuta Rindu.

Sepertinya lelah dan kondisi perjalanan yang tidak kondusif membuat perasaanmu tidak menentu. Ada sedikit kekesalan yang entah akan diungkapkan kepada siapa. Terlebih ketika sampai di tujuan, rasanya ingin selalu menenangkan dirimu. Sabar ya Dik.
Sebenarnya Mas ingin menjemput Adik malam ini, tapi katanya adik sepupumu sudah terlebih dahulu akan menjemputmu. Mas pun akhirnya di Mahad saja. Menunggu kabar terakhir Adik sampai penginapan. Malam itu entah kenapa Mas tertidur sebentar. Sekitar 15-20 menit. Bangun pun karena telepon dari Adik. Permintaanmu dengan segala permohonan maaf tak bisa kupenuhi. Sepertinya jawaban itu meluncur sebab pikiran dan jiwaku masih belum kembali utuh. Setelah sadar sepenuhnya, Mas berkirim pesan lagi, tetapi beruntung Adik sudah makan. Mas jadi lega mendengarnya. Malam itu Mas hanya berdoa semoga kelelahan Adik hari ini berganti pahala berlipat ganda dari-Nya. Terima kasih telah bersedia menemani hari-hari penuh penantian gelar ini. Terima kasih telah menepati janji yang telah kau ucapkan tempo hari.
Selasa, 10 Juli 2018 
Pagi ini kembali kuawali dengan salat malam. Kubermohon diberi kemudahan ujian tesis yang akan dilaksanakan pagi ini. Selepas subuh dan membaca Alquran, kupersiapkan segala sesuatunya. Kuedit kembali beberapa bagian yang perlu. Kucetak powerpoint yang disiapkan. Kupersiapkan yang terbaik untuk hari ini.
.
Menjelang pukul tujuh, aku mandi. Kukenakan kemeja putih dan dasi. Tak lupa kupakai jas mahad terlebih dahulu sebab cuaca memang cukup dingin beberapa hari terakhir. Sesuai kesepakatan, pukul 7.45 aku menjemputmu di penginapan. Kuajak dirimu sarapan di warung soto Lamongan dekat kampus UIN 1. Selepas sarapan, kita berangkat menuju kampus pascasarjana. Sebelumnya kita mampir sebentar di kontrakanku beberapa waktu lalu di kawasan dekat kampus pascasarjana. Menjelang pukul sembilan pagi, kita berdua sudah sampai di kampus pascasarjana. 
.
Aku memasuki gedung B. Di ruangan yang sama dengan ruang ketika seminar proposal, kulihat mahasiswa pertama sedang mempertanggungjawabkan tesisnya di hadapan penguji. Tampaknya suasana ujian cukup sulit. Aku sendiri menjadi sedikit takut. Tak seperti biasanya aku seperti ini. Ayolah diriku, ke mana dirimu yang dahulu. Aku mencoba memberi semangat pada diriku sendiri.
.
Tak sengaja kau pun mengambil beberapa foto secara sembunyi-sembunyi. Mencoba mengusir kegalauanku. Terima kasih sekali kuucapkan padamu. Adik selalu bisa menyenangkan hati Mas dengan cara-cara yang tak biasa.
.
Akhirnya sampailah pada giliranku untuk mempertanggungjawabkan tesis di depan penguji. Kala itu ketua dan penguji utama telah hadir. Pembimbing 1 digantikan Ustazah Istianah, sedangkan pembimbing 2 sedang dalam perjalanan menuju kampus pascasarjana. Sidang dimulai dengan ucapan basmalah. Penguji utama terlebih dahulu menanyakan ini dan itu. Mulai hal-hal yang dirasa remeh sampai pada substansi tesis itu sendiri. Pertanyaan dan masukan terus bergulir bergantian dari ketua, pengganti pembimbing 1, juga pembimbing 2 yang beruntung bisa hadir beberapa menit sebelum sidang giliranku berakhir. 
.
Setelah dirasa cukup, aku diminta keluar ruangan barang 1-2 menit. Aku dipanggil kembali untuk masuk ruang ujian. Disampaikanlah hasil ujian tesis dan alhamdulillah sidang tesisku dianggap baik dan dinyatakan lulus. Aku bersyukur akhirnya sampai pula pada titik ini. Mengingat perjuangan dan lika-liku pengerjaan tesis yang tidak mudah. Aku keluar ruangan dengan wajah gembira dan senyum terkembang. Kusalami beberapa temanku di depan ruang ujian. Kuminta salah satu dari mereka untuk mengambil foto diriku bersama dengan penguji. Usai itu, aku berfoto di depan gedung Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Tak lupa kita pun berfoto di sana. Bahagia sekali rasanya hari ini. Kebahagiaan itu begitu sempurna. Hadirnya gelar ini juga berkat semangat dan doa-doamu yang tiada jemu merayu Tuhan. 
.
Menjelang pukul 11.30, kita pun memutuskan untuk pulang. Aku mengantarkanmu ke penginapan dan aku pun pulang ke mahad. Kita berjanji untuk bertemu kembali selepas salat Zuhur. 
.
Bersambung

Komentar