Qiroah, Kitabah, dan Keindahan Syair Arab


Pagi ini dinginnya menusuk tulang. Tetapi, pagi ini saya ada agenda yang cukup penting. Agenda tersebut adalah menghadiri pelatihan Qiroah dan Kitabah di UM yang akan diisi oleh Prof. Nahlaa' Al-Binyaan. Beliau adalah salah satu profesor di Universitas Malik Su'ud Arab Saudi. Bersama dengan beliau hadir pula sang suami, Dr. Abdullah Al-Luhaibi yang bekerja di universitas yang sama. Bagi saya yang sudah lama tidak mengikuti pelatihan bahasa Arab, rasanya pelatihan kali ini cukup sesuai untuk kembali menumbuhkan geliat keilmuan bahasa Arab yang beberapa bulan terakhir jarang digunakan.

Dimulai pukul 8 lewat seperempat, acara pembukaan berlangsung khidmat. Ketua jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Hanik membuka acara hari ini dengan selingan bacaan syair dari pemateri dan juga syair yang dibuatnya sendiri. Para peserta terkagum-kagum dengan syair yang dibacakan. Maknanya begitu dalam. Diksinya menggambarkan bahwa penulisnya adalah orang yang benar-benar mahir dalam menulis syair.

Pelatihan pun dimulai dengan pemaparan materi seputar maharah Qiraah yang disampaikan oleh Prof. Nahlaa' Al-Binyaan. Beliau mengupas pengertian Qiraah, macam-macamnya, sampai pada kesulitan yang dihadapi dalam maharah Qiraah dan penanggulangannya. Materi tersebut tidak disampaikan dalam satu pertemuan, akan tetapi dijeda oleh istirahat salat Zuhur dan makan siang. Setelah istirahat, pelatihan dilanjutkan kembali. Setelah mengupas tuntas tentang Qiraah, beliau membahas tentang maharah Kitabah. Satu keterampilan yang sangat terkait erat dengan maharah Qiraah. Dalam maharah kitabah ada sesi menulis. Peserta pelatihan membentuk beberapa kelompok yang terdiri dari lima orang setiap kelompoknya. Mereka pun menulis dengan tema sesuai keinginan masing-masing peserta.

Di antara peserta ada yang menulis sajak tentang keluarga, ibu, pembelajaran bahasa Arab, seputar pariwisata di Malang raya, biografi, sampai cerita pendek. Semuanya begitu memukau dan keren. Kemampuan menulis meski hanya dalam waktu lima belas menit ternyata sudah cukup untuk menelurkan berbagai karya yang luar biasa. Apresiasi hadir dengan tepukan yang meriah antar peserta juga pemateri.

Hal seru yang jarang didapati di pelatihan bahasa Arab kali ini adalah beberapa peserta unjuk kebolehan untuk membacakan syair yang diberikan oleh pemateri. Mereka membacakan syair dengan penuh penghayatan. Pemateri pun beberapa kali mengambil video, foto, dan memuji pembaca syair dengan ungkapan "jamiil, ahsanta". Pelatihan kali ini benar-benar terasa berbeda. Pemateri dengan pelan-pelan memahamkan materi kepada peserta. Rasanya ingin sekali kuliah lagi dan diajar oleh beliau.

Setelah materi kitabah selesai, materi dilanjutkan dengan visi Arab Saudi 2040. Materi disampaikan oleh Dr. Abdullah Al-Luhaibi. Empat puluh lima menit pun berlalu. Satu hal yang menarik dari pelatihan kali ini adalah pemateri memberikan kurma dan siwak sebagai hadiah bagi peserta. Setelah penyampaian materi dan tanya jawab, ada dua buku yang diberikan bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dengan tepat. Acara berakhir selepas azan Asar. Peserta pulang dengan membawa ilmu baru yang siap ditebar di mana pun mereka berada. Hamasah linasyril lughatil Arabiyyah!

#pelatihan #bahasaArab #qiraah #kitabah #visiArabSaudi #syair #latepost #23072018 #28072018

Komentar