Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Jumat, 31 Agustus 2018

Five Months Love Journey


Masih kuingat bagaimana diriku sore itu
Gundah, galau bercampur jadi satu
Sesekali menyesali keputusan beberapa waktu lalu
Kembali kuingat bahwa sesal tiada lagi berguna bagiku

Di tengah segala kecamuk tak menentu
Kualihkan pikiran pada sosial media andalanku
Tempat mencari hiburan dan menumpahkan sendu
Tempat bersosial dan bertemu orang-orang baru

Kulihat satu permintaan teman di sudut mata
Kuklik konfirmasi begitu saja
Tiada berharap sesuatu terjadi setelahnya
Sebab memang seperti itulah kebiasaannya

Tak dinyana pesan itu memenuhi pandanganku
Satu pesan cukup panjang menggelitik hatiku
Ini tak biasa, pikirku
Baiklah, kutanggapi dengan serius pesan dari teman baru.

Balasan percakapan muncul satu per satu
Menelisik hati terdalamku
Akankah ini menjadi akhir pencarianku
Akan sosok pendamping hidup yang dirindu?

Kutelusuri dirinya 
Melalui sosial media juga tulisan blognya
Berharap memperoleh informasi yang berguna
Anggap saja aku sedang bertaaruf maya

Lubukku berkata, "sepertinya ini yang terakhir. Ayo istikharah!"
Pikiranku pun berujar, "sudahlah, mau cari yang bagaimana lagi?" 
Lantas, segalanya menjadi bersemangat kembali
Seolah dunia yang kurindu kerengkuh sekali lagi

Percakapan sore itu menjadi saksi
Bagaimana dua anak manusia yang saling mencari 
Tentang arti cinta sejati
Cinta yang bersandar pada Ilahi Rabbi

Pada keteraturan takdir
Kuberdoa semoga segala rasa yang hadir 
Senantiasa membawa bahagia yang terus diukir
Berbalut rida-Nya tiada pernah berakhir

Kini, perjalanan cinta akan segera sampai pada muaranya
Di saat khidmat ucapan "qobiltu" menggema mengangkasa
Di saat satu perjanjian yang teguh terucap dari bibir hamba
Beriring restu orang tua dan rida-Nya

Bila saat itu tiba
Mari terus menerus meminta
Agar kekuatan senantiasa bertakhta
Dalam menjalani kehidupan bersama

Mari mengatur visi misi hidup bersama 
Sambil terus berdoa kepada Sang Maha Cinta
Agar segala cita terwujud nyata
Agar semua rencana mendapat restu-Nya

Terima kasih atas rasa percaya
Terima kasih sudah mau saling menjaga
Menuju hari yang penuh rasa cinta
Hari di mana aku dan kamu telah menjadi kita


Rabu, 29 Agustus 2018

Am I Ready?


Pertanyaan di atas layaknya berulang kali kutanyakan pada diriku sendiri. Sebuah self-talk terkadang terjadi begitu saja. Sekian hari dari hari ini, kehidupanku akan berubah. Diri akan menapaki satu tangga kehidupan, satu fase kehidupan yang akan dijalani hingga tutup usia, insyaAllah.

Senin, 27 Agustus 2018

Mengapa Gundah Itu Hadir Menjelang Hari Pernikahan?


Menuju hari pernikahan yang tinggal menghitung hari, terasa ada hal-hal yang mengganjal dalam hati. Ada ketakutan yang muncul. Ada kekhawatiran yang tiba-tiba hadir. Ada rasa-rasa yang tidak seharunya berdiam dalam diri, tetapi terkadang diri tak kuasa menolaknya bertakhta.

Jumat, 24 Agustus 2018

Jangan Sampai Kecintaan Terhadap Istri Mengalahkan Bakti Kepada Orang Tua!


Pagi itu, 16 Agustus 2018, saya membantu orang tua mencuci baju. Seperti biasa, kami asyik mencuci sambil mengobrol berbagai masalah kehidupan. Karena hari-hari ini adalah hari-hari menuju janji suci, tentu saja obrolan yang bergulir tak jauh dari pernikahan. Ketika saya membawa kaos muktamar IMM yang baru saja dibeli beberapa waktu lalu untuk dicuci, ibu tiba-tiba bilang kepada saya,
"Hmm, gini ya sekarang. Ibunya gak dibelikan kaos. Kemarin beli kaos berapa?"
"Beli dua buk, yang satu untuk Ul**."
"Jadi sekarang yang dibelikan calonnya. Apik yo."
"Bukan gitu buk, kemarin pas gak bawa uang lebih juga."
"Mas, kasih tahu anakmu. Nanti kalau sudah menikah jangan sampai lupa sama ibunya ini." Kata ibu ke ayah. 
"Ya buk, insyaAllah saya gak bakal lupa sama ibuk sampai kapan pun, pun ketika nanti sudah menikah. Tolong diingatkan kalau saya lupa."

Minggu, 19 Agustus 2018

Kembali Menuntaskan Rindu


Rabu lalu, 15 Agustus 2018, aku kembali pulang. Kepulangan kali ini sebab agenda persiapan pernikahan yang kurang lebih sebulan lagi akan dilaksanakan. Pagi hari, aku sudah tak sabar menunggu Ustad Taufiq untuk memohon izin. Menjelang pukul 8 pagi, aku berhasil mendapat izin itu. Setelah menyetrika baju dan bersih diri serta sarapan, aku pergi menuju indekos salah seorang teman semasa kuliah S2. Aku juga meminjam buku persiapan menikah karya Arif Rahman Lubis dari salah seorang teman. Aku berbincang banyak seputar perkuliahan dan tentu saja kehidupan remaja. Menjelang Zuhur, kami berdua salat Zuhur di masjid dekat indekos temanku. Setelahnya, aku memutuskan untuk segera pulang ke mahad untuk persiapan pulang ke Bojonegoro.

Selasa, 07 Agustus 2018

Saling Mengerti Keadaan Masing-Masing


Semalam, kau menulis di pesan whatsapp bahwa kau meminta sesuatu dariku. Aku pun menyanggupi selagi mampu. Ternyata kau butuh spirit sebab kau lelah. Tumpukan tugas yang tak kunjung usai. Rentetan tanggung jawab yang melambai-lambai sepanjang waktu. Kau serasa ingin berhenti. Kau serasa berada di persimpangan jalan antara lanjut ke depan atau berhenti bahkan kembali pulang.

Minggu, 05 Agustus 2018

Ibu Adalah Madrasah Pertama dan Ayah Adalah Kepala Madrasahnya


Bersyukur kepada Allah bahwa pagi ini saya bersama jamaah lainnya masih diberikan nikmatnya menimba ilmu. Terutama ilmu syari. Pagi ini saya berkesempatan hadir di kajian Ustad Salim A. Fillah. Figur ulama yang banyak menghiasi layar youtube. Beruntung kali ini bisa bertatap muka langsung dengan beliau. Tema kajian hari ini adalah الأم مدرسة الأولى yang artinya Ibu Adalah Madrasah Pertama. Tetapi, di awal kajian, beliau menambahkan والأب مديرها dan Ayah Adalah Kepala Madrasahnya. Apa alasan beliau menambahkan redaksi atau judul kajian menjadi sepanjang itu? Sebab menurut beliau, dalam Alquran banyak sekali dialog yang terjadi antara ayah dan anak. Contoh antara Nuh AS dan Kanan, antara Luqman dan anaknya, antara Ibrahim dan Ismail dan seterusnya. 
Back to top