Jodoh Itu Pelengkap


Beberapa waktu terakhir setelah menikah, saya menyadari bahwa jodoh benar-benar pelengkap hidup.

Aku yang pendiam dan terkesan sulit bersosialisasi bertemu dengan dia yang begitu mudah berkenalan, berteman, bercengkerama dengan orang baru tanpa rasa curiga dan rasa-rasa lain yang begitu takut kurasakan.

Aku yang agak susah bercanda bertemu dia yang begitu mudah melempar candaan kepada siapa pun.

Aku yang takut pada hal-hal tertentu bertemu dengan dia yang tak takut pada hal-hal tersebut. Pun sebaliknya.

Aku yang cukup sulit menghafal hal-hal tertentu bertemu dengan dia yang seolah menjadi kotak penyimpanan paling canggih yang bisa di-recall kapan saja untuk mengingatkanku akan hal-hal yang terlupa.

Meskipun hal-hal semacam ini tidak terjadi dengan selalu, tetapi kebanyakan memang seperti itu. Bila pasangan halalmu sekarang jauh dari harapanmu, selalu temukan sisi kebaikan yang dihadirkan Tuhan melalui dirinya. Ada kesabaran yang diuji. Ada kebaikan yang harus tetap ditunjukkan meski kebaikan serupa tak pernah datang dari orang yang kita cintai. Ada kuntum asa yang terus didengungkan meski cukup sulit menjadi kenyataan.

Kunci hidup harmonis rumah tangga ketika datang masalah adalah segera datangkan kebalikannya.  Maksudnya, segera hadirkan kebaikan-kebaikan sebagai kebalikan dari keburukan yang ada. Misal suami marah dengan wajah cemberut, tanggapi segera dengan menghadirkan senyum manis di wajahmu. Ini sekadar contoh saja. Mari bersama belajar menerapkannya dalam rumah tangga masing-masing.

Akhirnya, berterimakasihlah kepada-Nya atas anugerah jodoh terbaik yang hadir di hadapanmu. Ia datang dengan segenap jiwanya dan rela membersamaimu hingga ujung usia. Seorang istri rela menaati suaminya untuk meraih surga Allah. Seorang suami rela bekerja untuk menafkahi keluarga dengan tanpa lelah. Ingat selalu kebaikan pasangan halalmu agar hadir kebahagiaan, keharmonisan, ketenangan dalam hidupmu. Jangan lupa pula untuk selalu saling mengingatkan dalam kebaikan, dalam menjalankan syariat Allah dengan sungguh-sungguh. Semoga kita dianugerahi keluarga yang sejahtera, sakinah, mawaddah, warahmah.

MA
Rabu, 14 November 2018 05.49

Komentar