Untuk Siapa Kamu Berbuat?


Saat ini kamu bekerja di sebuah instansi pendidikan. Kamu diharuskan mengajar, mengasuh, sekaligus membina organisasi siswa. Pekerjaan tersebut membutuhkan fokus yang cukup tinggi dan harus pintar mengatur waktu. Kapan kamu memiliki "me" time, kapan kamu harus serius dengan pekerjaanmu dan lain sebagainya.

Kamu melaksanakan tanggung jawabmu sebaik-baiknya. Kepengasuhan dilaksanakan dengan maksimal, bahkan lebih dari yang diminta. Mengajar sebaik mungkin. Kaubina organisasi dengan sungguh-sungguh. Terkadang kau rela tidur lebih larut. Terkadang kau merelakan "me" time demi pekerjaan yang sangat menguras waktu.

Sudah seperti itu, masih saja ada orang di sekitarmu yang mencibir hasil pekerjaanmu kurang sempurna, masih kurang ini dan itu. Rasanya segala kerja keras itu tiada berguna dan sia-sia saja. Kau tak pernah dihargai atas usaha yang kaulakukan. Kau dijatuhkan, kau dihinakan.

Lantas, apa yang kamu lakukan? Marah? Mengoreksi diri? Meminta maaf? Merutuki diri yang tak pernah bisa memuaskan orang sekitarmu?

Memang, salah satu kebutuhan manusia adalah rasa ingin dihargai. Rasanya begitu sakit bila segala daya upaya yang dikerahkan serasa hilang dan tak pernah dianggap ada. Tetapi, sadarlah. Kembali ingat apa tujuanmu bekerja di instansi tersebut? Bukankah kau sendiri yang menginginkan pekerjaan mulia tersebut? Tak ingatkah kau pada perjuanganmu mendapatkan pekerjaan yang diimpikan banyak orang di luar sana?

Lantas, atas dasar apa dan karena siapakah kau berbuat? Karena takut atasan? Ingin pujian? Ingin gaji tinggi? Atau keinginan lainnya yang semuanya tentang harapan pada materi, manusia, dan hal-hal duniawi semata?
Kau akhirnya sadar bahwa berharap paling menyakitkan adalah berharap kepada manusia. Kau harus kembali meluruskan niatmu. Niatkan bekerja sebagai pengabdianmu kepada almamater, sebagai pemakmur bumi-Nya melalui peran yang kini kauambil. Niatkan sebagai ibadah untuk meraih rida Allah. Niatkan untuk mengikuti perintah-Nya agar seorang hamba tak pernah berhenti berusaha seraya bertawakal kepada-Nya. Semoga segala aktivitas kita senantiasa bernilai ibadah di sisi-Nya.

#selfreminder #15112018 #worksharing #niat

Komentar