Unduh Ebook Menjadi Organisatoris Andal

Untuk unduh ebook Menjadi Organisatoris Andal (MOA), klik tautan berikut: https://bit.ly/EbookMOA Password pdf : MOAMANTAP25 ...

Sabtu, 26 Januari 2019

Life Is Like Writing A Book

Kehidupan dapat diumpamakan menulis sebuah buku. Kita tentu tahu ada berbagai genre buku yang dapat kita tulis dan baca. Semuanya tergantung kepada kita.

Jumat, 25 Januari 2019

Sekelumit Nasihat

Sekian waktu kita telah bersama
Merenda mimpi menjadi nyata
Satu per satu kejadian menyapa
Bahagia dan duka menyeruak di antaranya

Kamis, 24 Januari 2019

Sikap Kita Terhadap Masalah

Kita terkadang sampai pada kondisi di mana pilihan-pilihan dalam hidup begitu sulit untuk ditentukan. Kita seolah ingin berhenti dari seluruh rutinitas yang ada. Kita ingin pergi sejauh-jauhnya. Melupakan segala masalah yang menerpa.

Rabu, 23 Januari 2019

Proses Penulisan Buku

Pada #RabuBincangLiterasi kali ini, saya ingin mengulas seputar penulisan buku. Proses menulis sebuah buku adalah proses yang cukup panjang. Meskipun, semakin ke sini, menulis buku menjadi semakin mudah.

Selasa, 22 Januari 2019

Terkadang Banyak Tanya Akan Menyulitkanmu

Kali ini, saya akan mengulas beberapa ayat yang berkaitan dengan bagaimana tanggapan Bani Israil tatkala diperintah oleh Musa. Musa mendapat perintah dari Allah agar kaumnya menyembelih seekor sapi betina. Tahukah apa yang dilakukan oleh kaumnya? Mereka tidak langsung melaksanakan, tetapi mempertanyakan lebih lanjut perintah dari Allah tersebut. Hal ini diabadikan oleh Allah pada surat Al-Baqarah ayat 67 sampai 71.

Senin, 21 Januari 2019

Be On Time, please!

Minggu lalu, saya sudah membahas perihal rencana yang harus dituliskan, maka izinkan saya menulis tentang ketepatan waktu pada tulisan kali ini.

Minggu, 20 Januari 2019

About LDM

Bagi kebanyakan pasangan suami istri, kebersamaan secara fisik menjadi satu hal yang terus diperjuangkan. Impian untuk terus membersamai satu sama lain bahkan mutlak bagi beberapa pasangan. Ia berharap pernikahan benar-benar menjadikannya berpasangan, berdua, bukan sendiri-sendiri. Tetapi, salahkah bila keduanya harus terpisah sementara waktu, di sekian kilometer jarak yang membentang?

Sabtu, 19 Januari 2019

Tentang Memilih Peran lalu Memaksimalkannya

"Kau bisa memilih menjadi seperti akar pohon, kau pun boleh memilih menjadi serupa jalan yang basah oleh hujan. Ketahui konsekuensi setiap pilihan."

Jumat, 18 Januari 2019

Janji-janji Kita

Selepas salat Jumat kutengok hujan dari balik jendela mengalir 
Jatuh berdebam bersama angin silir
Saat itu aku masih terus berpikir
Tentang kebekuan hatiku yang terus mencair

Kamis, 17 Januari 2019

About Failure

Bismillah, insyaAllah setiap Kamis saya akan menulis tentang hikmah kehidupan. Saya coba hubungkan kejadian sehari-hari dengan apa yang pernah saya baca, apa yang pernah saya pelajari di bangku sekolah dan kuliah, ayat Alquran, dan hadis.

Rabu, 16 Januari 2019

Banyak Cara Mengukir Kebahagiaan

Nama buku : Canting 
Kategori : Novel 
Penulis : Fissilmi Hamida
Penerbit : KMO Publishing
Tahun terbit : 2018
Jumlah halaman : xii + 364 halaman
ISBN : 978-602-50441-5-1
Peresensi: Muhammad Amin

Selasa, 15 Januari 2019

Semakin Berat Ujian yang Dihadapi, semakin Tinggi Kadar Keimanan

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabut: 2).

Senin, 14 Januari 2019

Memperbanyak Koleksi Buku Berbahasa Asing

Beberapa waktu terakhir, saya suka membaca buku-buku berbahasa asing. Entah itu bahasa Arab, bahkan lebih banyak yang berbahasa Inggris. Ada yang saya beli lewat toko daring seperti buku "What Are You Doing With Your Life?" karya J. Krishnamurti atau majalah Forum dan Aramcoworld yang saya pesan gratis melalui web. Baru-baru ini kiriman yang satmya tunggu-tunggu sejak dua bulan lalu akhirnya sampai juga. 10 judul buku gratis seputar Islam berbahasa Inggris dari Turki. Mengapa saya mengoleksinya?

Mengapa Rencana Harus Ditulis?

Saya beberapa kali memberi pengarahan kepada pengurus OSIMA bahwa dalam berorganisasi hendaknya segala rencana program yang akan dilaksanakan ditulis dengan rapi. Ketik di microsoft word lalu cetaklah. Tempel di kantor OSIMA. Kalau perlu didesain dengan bagus agar terlihat menarik.

Jumat, 11 Januari 2019

Aku Ingin Seperti Hujan

Terik matahari siang ini tak bertahan lama
Dengan cepat digantikan gumpalan hitam di atas sana
Bergelayut mesra pertanda hujan akan segera tiba
Bukankah itu yang kita rindukan sedari beberapa saat lamanya?

Tentang Menemukanmu dan Seluruh Harapanku Tentang Kita

Renjana dalam hati terus saja bergemuruh. Ia terus menjalar ke sekujur tubuh. Membuat pemiliknya berusaha keras agar segala rasa cemas dan gundah segera luruh.

Rinduku masih tertuju padamu. Kian membuncah seiring berjalannya waktu. Sejak pertama mengenalmu, kutahu bahwa titipan rasa ini telah menemukan pemiliknya: kamu.

Sekian waktu diri mencari. Sekian waktu terus menengadahkan tangan kepada Ilahi. Bermohon dan terus menanyakan siapa yang akan senantiasa berada di sisi. Bermohon pada-Nya tiada henti. Hingga saat itu tiba menghampiri. Kusambut dirimu dengan sepenuh hati. Kuharap perjalanan ini tak pernah berhenti hingga salah satu di antata kita meninggalkan dunia ini. Meski begitu, aku masih terus berdoa semoga Allah mempersatukan kita kembali. Di surga-Nya yang kekal abadi.

#day4 of #365 #UALoveJourney #day110 #04012019 #prosa #merangkaikata #sajak #aboutlove

Rabu, 09 Januari 2019

Mulai Membiasakan Membaca Buku

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya seputar membaca buku. Saya mulai senang dengan buku sejak bersekolah MI (tingkat dasar). Yang saya ingat, ketika studi tour ke Malang dan mampir di Matos, saya menyempatkan diri membeli Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Sampai di rumah, saya sampul dengan rapi lalu saya baca berhari-hari setelahnya.

Selasa, 08 Januari 2019

Mendidik Anak Ala Abah Ihsan Part 1

Sebelum istirahat tadi malam, saya membaca satu buku berjudul 7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia. Buku ini ditulis oleh Abah Ihsan yang dikenal sebagai trainer parenting internasional dan direktur Auladi Parenting School. Saya mendapat beberapa pandangan terkait mendidik seorang anak. InsyaAllah seri ini akan berlanjut di hari-hari berikutnya. Untuk episode kali ini saya membagikan beberapa poin penting dari 20 an halaman awal buku tersebut. Berikut ulasannya:

1. Yang sebenarnya bermasalah bukanlah emosi kita melainkan kita belum dapat mengendalikan perilaku atau perbuatan anak yang membuat kita emosi. (Hal. 6). Dari sini dapat dipahami bahwa hendaknya terlebih dahulu mampu mengendalikan perilaku anak, terutama pada perilaku yang seringkali membuat kita emosi. Contohnya adalah susah bangun Subuh, kecanduan game, dan lain-lain.

2. Yang sering membuat kita emosi adalah karena anak berbuat buruk dan kita tidak ingin anak melakukannya lagi. (Hal. 6).

3. Asumsi bahwa anak-anak adalah manusia dewasa mini telah menyebabkan orang tua kemudian hanya mengandalkan pemberitahuan atas anggapan ketidaktahuan anak atas sebuah perbuatan yang dianggap buruk. (Hal. 10).

4. Berapa banyak nasihat masuk pada pikiran anak jika Anda menyampaikan nasihat kepada anak saat anak Anda bermasalah. Pada saat bermasalah anak cenderung tertekan. Pada saat tertekan, jangankan nasihat, makan pun tidak akan masuk. (Hal. 11).

5. Jika digeneralisasi, anak-anak bermasalah sebenarnya disebabkan setidaknya oleh salah satu d iantara dua hal: jika tidak kurang perhatian pasti overdosis perhatian! Jika tidak terlalu dibebaskan, pastilah terlalu dikekang! (Hal. 15).

6. Ketegasan itu implementasi bahwa kita punya otoritas untuk mengendalikan anak. Prinsipnya, semua orangtua wajib dapat menguasai anak. Tanpa bisa menguasai anak, apakah orangtua dapat mengendalikan perilaku anak? Tanpa bisa menguasai anak, apakah orangtua dapat mengarahkan anaknya ke kiri atau ke kanan? Dan akhirnya tanpa bisa menguasai anak, apakah orang tua dapat mendidik anaknya? Tidak, bukan? (Hal. 16-17).

#parenting #bacabuku #day3 of #365 #latepost

Senin, 07 Januari 2019

Knowing Your Position in The Committee

Senin kembali hadir menyapa. Mengajak diriku yang masih berada di balik selimut menggeliat dan bangun dengan segera. Membangunkan santri menjadi rutinitas setiap hari. Tak perlu disesali, lebih baik disyukuri.

Minggu, 06 Januari 2019

Ceritakan Segala Resahmu, Kita Cari Solusinya Bersama

112 hari sudah kita hidup bersama, sejak akad terucap di hari yang begitu sakral. Berbagai peristiwa yang terjadi sesudahnya tentu menjadi pelajaran yang begitu berarti bagi kami berdua. Meski harus berjarak sekian kilometer dan bertemu pada hari-hari tertentu yang tentu saja berbeda suasananya dengan mereka yang tinggal seatap sejak menikah.

Rabu, 02 Januari 2019

Don't Forget Your Afterworld Dream

Ada banyak cara mengawali awal hari di bulan pertama tahun 2019. Ada yang menghabiskannya dengan meniup terompet merayakan pergantian tahun, ada yang melakukan muhasabah, mereningkan perjalanan hidup sampao hari ini. Ada pula yang mengisinya dengan berkumpul bersama keluarga, merencanakan agenda selama satu tahun ke depan. Ada yang membuat daftar impian dan berbagai bentuk aktivitas lainnya. Yang manjadi garis bawah adalah hendaknya memulai hari dengan hal-hal yang baik. Tahajud misalnya. Salat Subuh berjamaah di masjid contohnya. Membaca satu juz Alquran atau membaca buku yang bermanfaat.
.
Saya sendiri lebih senang memulai hari dengan Tahajud, Subuh berjamaah, dan  mengaji Alquran. Target-target juga dituliskan di buku catatan. Tidak hanya target dunia seperti kuliah S3, bekerja di instansi pemerintah, penghasilan sekian rupiah saja, tetapi ada pula target-target akhirat yang sesungguhnya harus lebih kita ingat dan catat dengan teliti dan cermat. Target tilawah satu juz per hari, mengikuti kajian keislaman minimal satu minggu sekali, mendengar kajian akidah di youtube, bersedekah 10.000 per minggu, dan lain-lain.
.
Menulis impian-impian sah-sah saja selama diiringi dengan kesungguhan dalam mewujudkannya dan doa yang tiada putus kepada Sang Pencipta agar dimudahkan jalan untuk menggapainya. Kadang kita terlalu membuat target yang muluk-muluk, tak tahu kapasitas diri. Lantas ketika gagal kita menyalahkan orang lain, bahkan nauzubillah sampai menyalahkan Allah. Semoga kita tidak menjadi salah satunya.
.
Mari membuat target yang rasional. Membuat target yang ada kemungkinan besar dapat diwujudkan. Tidak perlu langsung besar, sebab ingatlah bahwa perubahan besar dimulai dari perubahan kecil yang terus menerus dilakukan setiap hari. Konsistensi menjadi kunci penting dalam mencapai harapan. Kita terkadang terlewat semangat untuk memulai, tetapi abai untuk melanjutkan kembali serta menuntaskan apa yang telah dimulai.
.
Kita membuat rencana dan berharap rencana kita sejalan dengan takdir-Nya. Bukan sebaliknya. Semoga segala harapan dan cita-cita tercapai di tahun ini dengan rida-Nya.
#writing #1 of #365 #01012019 #latepost

#1 of #365 (Selasa, 1 Januari 2019) Kilas Balik 2018

Bismillah, 2019 sudah memasuki penanggalan yang pertama di bulan yang pertama pula. Ada kebahagiaan yang menyeruak tiada terkira. Kebahagiaan ketika menelusuri perjalanan hidup saya selama setahun ke belakang. Betapa takdir Allah begitu sempurna adanya. Dimulai dengan awal hari di aw tahun 2018 dengan salat Tahajud. Syahdu sekali rasanya. Benar-benar nikmat terasa. Momen lainnya adalah di penghujung 2017, 31 Desember 2017 saya melakukan bimbingan tesis untuk pertama kalinya. Semoga menjadi langkah awal yang baik. Di bulan Januari pula, saya mulai ikut 30 hari bercerita. Saya harus menulis selama 30 hari penuh selama Januari 2018. Awalnya memang terpaksa, tetapi lama kelamaan menjadi semakin senang dengan menulis. Begitulah, dari terpaksa menjadi biasa. 

Februari menjadi bulan yang cukup melelahkan dengan agenda tesis yang harus segera dimulai dan diselesaikan. Target pertengahan tahun 2018 saya harus lulus dan mendapat gelar master dari jurusan yang sama dengan jurusan yang saya pilih ketika kuliah jenjang sarjana. Bulan kedua ini saya melanjutkan kebiasaan menulis dengan menulis kata mutiara di instagram, beberapa tulisan renungan harian, berbagi inspirasi di salah satu kelas menulis untuk pertama kalinya, berkunjung di salah satu pondok modern terbaik di Jawa Tengah, menulis tentang pemaknaan ayat Alquran.

Di bulan ketiga, saya masih melanjutkan menulis kata mutiara, mencoba menulis satu ulasan buku, menulis puisi, mengikuti seminar pendidikan, buku kedua terbit (kolaborasi dengan kawan komunitas menulis).

Di bulan keempat, saya masih terus menulis kata mutiara, ungkapan sederhana, renungan harian, pemaknaan ayat suci, sajak-sajak indah, dan tentu saja yang spesial adalah diri ini mengenal penyempurna agama dan mampu melaksanakan seminar proposal tesis. Dengan apik, bulan keempat ditutup dengan agenda Haflah Takhrij santri Mahad Al Qalam.

Mei kembali bersemi dengan deretan aksara seputar renungan kehidupan, ungkapan singkat penuh makna, sajak-sajak dan prosa beradu dengan padu, dilanjutkan dengan Ramadan Bercerita selama 30 hari berturut-turut menghiasi bulan penuh ampunan Ilahi.

Bulan Juni dipenuhi dengan cinta yang terus membuncah. Mengakhiri Ramadan dengan penuh khauf dan raja'. Menyemai kebahagiaan bersama keluarga pada momen Idulfitri. Mengawali langkah menuju tangga kehidupan selanjutnya dengan mengkhitbah sang penyempurna agama. Ceria tiada henti menghiasi bulan ini.

Bulan ketujuh kebahagiaan yang ada semakin lengkap dengan sidang tesis, satu ulasan buku, tasyakuran santri kelas XII putra, dan ditutup dengan Workshop bahasa Arab dan Visi Arab Saudi 2030.

Agustus diawali dengan keikutsertaan pada Muktamar IMM di UMM, mendampingi supporter basket MAN 2 Kota Malang, diselingi dengan puisi yang tercipta, renungan kehidupan, keriuhan dan keseruan menyambut Iduladha.

September diisi dengan kesempatan berbagi di depan mahasiswa UIN terkait kiat menjadi mahasiswa akademis organisatoris. Ditutup dengan janji suci yang terucap khidmat di hadapan penghulu sekaligus mertua. Semoga keluarga yang tercipta dapat dibina menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Oktober dilanjutkan dengan mengikuti seleksi CPNS, tulisan renungan kehidupan dan larik-larik puisi tercipta di sela berbagai psristiwa yang terjadi setiap harinya.

November masih asyik dengan merenung tentang kehidupan. Diakhiri dengan menghadiri resepsi pernikahan saudara ipar di Trucuk.

Bulan terakhir di 2018 diisi dengan ujian mahad, membagi laporan belajar santri, tes SKB CPNS di Asrama Haji Surabaya, menghadiri beberapa resepsi pernikahan teman, berlibur ke Wisata Waduk Grobogan Kapas dan alun-alun Bojonegoro. Tak lupa mengunjungi beberapa tempat di Yogyakarta, seperti Tamansari, museum Vredeburg, Malioboro, Keraton Yogyakarta, Alun-alun Kidul, Langgar Kidoel KH. Ahmad Dahlan, makam KH. Ahmad Dahlan, dan Tugu Yogyakarta.

Semoga perjalanan panjang selama 2018 menjadi refleksi untuk terus meniti jalan kebaikan, menebar manfaat di mana pun dan kapan pun. Selamat menyambut 2019 dengan penuh semangat. Semangat bekerja, semangat berkarya, dan semangat berbagi.

#kilasbalik2018 #refleksi #2018to2019  #day107 of #UALoveJourney

Back to top