Akhlak, amal Saleh, dan Salat Jamaah

Beberapa waktu lalu, saya mendapat pesan whatsapp dari salah satu ustazah yang meminta biodata singkat dan pesan untuk kelas XII yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikan di madrasah dan mahad tempat saya bekerja. Saya berpikir sejenak dan akhirnya memutuskan untuk menasihatkan hal yang sama dengan yang saya nasihatkan kepada generasi sebelumnya.

Pesan pertama adalah perihal akhlak mulia. Saya membaca salah satu kata mutiara yang menerangkan bahwa seseorang perlu belajar adab (akhlak mulia) sekitar 20 tahun, dan belajar keilmuan selama 10 tahun. Tentunya angka 20 dan 10 bukan yang ingin saya bahas. Saya fokus pada betapa akhlak begitu didahulukan atas segalanya, termasuk ilmu pengetahuan. Akhlak memang menjadi hal yang menjadi perhatian dari dahulu sampai sekarang. Bahkan, hari-hari ini kita tahu pendidikan Indonesia sedang gencar dengan program pendidikan karakter. Hal ini tentu menjawab kegelisahan banyak pihak bahwa keberadaan akhlak akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan.

Pesan kedua adalah perihal berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Berbuat baik akan membuat hati tenang. Sebaliknya, berbuat kemaksiatan akan menimbulkan rasa resah berkepanjangan dan tak berkesudahan. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan perihal mencari ilmu. Ilmu adalah cahaya. Sedangkan cahaya Allah tidak diturunkan bagi mereka yang masih bergelimang dengan dosa dan maksiat. Maka, mulai konsistenlah dengan hal-hal positif dan jauhi hal-hal negatif dan kemaksiatan sejauh mungkin.

Pesan ketiga sekaligus terakhir adalah perihal salat berjamaah. Hal inilah yang berkali-kali saya sampaikan kepada para santri. Saya mendapat pesan ini dari ketua Mahad Sunan Ampel Al Aly ketika saya sowan bersama para pengurus tiga tahun lalu. Beliau menegaskan bahwa salat itu sebab dari banyak sebab terbukanya banyak pintu. Pintu rezeki, pintu ilmu, pintu kemudahan, dan pintu-pintu kebaikan lainnya. Saya benar-benar merasakan manfaat dari salat jamaah yang digaungkan berkali-kali oleh ketua Mahad saya dahulu. Maka, di media sosial saya pun saya tuliskan, 'benahi salatmu, Allah benahi kehidupanmu.'.

Itulah tiga pesan saya kepada para santri yang akan memasuki dunia kampus, sebuah miniatur kecil dari gambaran realita masyarakat. Semoga pesan-pesan tersebut dapat diperhatikan dan dijalankan oleh mereka, khususnya bagi saya pribadi. Sebab, saya tak mau menjadi orang yang berdosa sebab hanya berkata namun tidak melaksanakan. Nauzubillahi min zalik.

#day101 of #365 #11042019 #HikmahKehidupan #latepost

Komentar