Amarah itu Redam Seketika

Judul : Hati Suhita
Penulis : Khilma Anis
Halaman : 406 halaman
Penerbit : Telaga Aksara

Saya tak mampu membayangkan bagaimana pernikahan semasa Siti Nurbaya kembali terjadi pada adegan Gus Birru dan Alina Suhita. Entah nyata atau fiksi, saya kira memang buku ini mengungkap hal-hal yang tak terlihat oleh kasat mata. Menjadi rahasia bagi yang menjalaninya.

Diawali dengan kisah perjodohan Gus dan Ning. Perjodohan semacam ini sebenarnya lumrah saja terjadi, tetapi bagaimana bila sang suami tidak lantas menghadirkan rasa cinta yang sama dengan yang diinginkan oleh sang istri? Tentu cerita akan lain dan tentu saja seru. Terlebih, ada pihak ketiga yang dirasa ikut campur di dalam kehidupan rumah tangganya.

Sepanjang cerita, saya dibuat takjub dengan penggambaran tokoh yang seolah nyata. Dibumbui dengan falsafah Jawa yang penuh dengan nilai-nilai luhur kehidupan. Inilah yang membedakan novel ini daripada novel lain.

Kelebihan lainnya adalah ditampilkannya sudut pandang yang berbeda-beda. Ada sudut pandang orang ketiga, Aruna, Rengganis, dan Kang Dharma. Kesemuanya diracik dengan sempurna. Pembaca harus jeli pada bab yang dibaca. Sebab bila salah menerka sudut pandang, tentu saja pemahaman yang didapat tidak akan utuh.

Antiklimaks yang begitu membahagiakan dengan ungkapan pengabsah wangsa dan mustika ampal menjadi haru-biru bersama perjuangan selama tujuh bulan lamanya. Penerimaan atas segala hal yang dilakukan luruh dengan sekian baris kalimat yang meruntuhkan amarah dalam dada.

Novel ini layak dibaca kalangan muda, terutama bagi yang telah menikah. Ada banyak hal menarik seperti nama raja, cerita kerajaan, dan tanaman-tanaman alami yang bermanfaat bagi kesehatan. Baca sampai selesai dan rasakan bagaimana jatuh bangun dalam membangun sebuah mahligai rumah tangga yang diidam-idamkan semua pasangan.

#day107 of #365 #17042019 #RabuBincangLiterasi #latepost

Komentar