Berbelok Kali Ini Tak Semenyenangkan yang Dibayangkan

Sekitar 1 bulan terakhir saya berhenti dari aktivitas berbau literasi model klasik. Membaca buku dan menuliskan pemikiran tak banyak saya lakukan. Hal itu terus berlanjut dan baru perlahan berhenti ketika tulisan ini diselesaikan.

Saya mencoba menjadi orang kebanyakan. Keseharian diisi dengan permainan yang melenakan. Memikirkan hal-hal duniawi yang belum dimiliki, memainkan game gawai layaknya anak kecil, jalan-jalan tanpa tujuan yanh jelas, dan berbagai kesenangan semu yang menjemukan pada akhirnya.

Setelah sampai di suatu titik. Saya memutuskan untuk berhenti dan berbalok arah. Kembali ke titik awal di mana perjalanan berbelok itu dimulai. Titik di mana segala keseimbangan hidup seharusnya dilakukan dan dapat diraih dengan jauh lebih mudah.

Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa kadang kala yang terlihat mata tak senantiasa mrmbahagiakan jiwa. Saya belajar bahwa kesenangan tiada akhir harus dibayar dahulu dengan keringat, air mata, perjuangan, jatuh bangun yang tidak terjadi satu sampai dua kali saja, tetapi berkali-kali dan bahkan sepanjang waktu.

Bagimu yang sedang mencari arah jalan pulang, ikutilah jalan kebenaran. Ikutilah jalan Tuhan yang telah termaktub dalam Alquran. Sebab hanya dengan itulah dirimu memperoleh keselamatan di dunia yang fana ini maupun di alam abadi nanti.

Salam Kebenaran
© Muhammad Amin 9 Juli 2019 05:47

Komentar