Buang yang Tidak Perlu

Beberapa hari lalu, saya merapikan kontak di gawai saya. Saya mendapati begitu banyak konyak yang tidak saya kenal. Saya pun menghapusnya, lalu rona wajah saya menjadi begitu gembira.

Tak lupa pula grup whatsapp yang berjumlah puluhan, saya pilah satu per satu. Saya keluar dari beberapa grup yang saya rasa kurang bermanfaat atau terasa terlalu banyak informasi. Setelahnya, media penyimpanan jauh lebih lega dari sebelumnya.

Hal semacam ini juga berlaku pada pikiran kita. Masa lalu yang tak perlu dikaji ulang, lupakan saja. Ambil hikmahnya untuk melangkah ke depan. Jangan terjebak dan bahkan tenggelam di dalamnya. Takutnya kamu tidak mau kembali ke realita hidupmu di masa sekarang.

Coba kita perhatikan, akhir-akhir ini jumlah informasi di sekitar kita begitu banyak. Berlebihan, luber ke mana-mana. Sampai-sampai kita bingung, informasi mana yang harus kita konsumsi. Terkadang, jauh lebih banyak informasi yang tak perlu kita ketahui. Dalam hidup, kita perlu fokus dalam memilah dan memilih, mana yang penting, mana yang kurang penting.

Bila hal di atas mampu dilakukan secara konsisten, sesungguhnya kita sedang memupuk rasa bahagia untuk terus tumbuh setiap hari, bahkan setiap waktu. Kita tak lagi disibukkan dengan gosip, berita yang tak penting untuk kita konsumsi. Kita akan menjadi orang yang selektif, tetapi tetap terbuka terhadap saran dari orang lain.

Akhirnya, kehidupan kita pun akan berujung pada hal-hal prinsipil yang seharusnya segera kita sadari keberadaannya. Jangan sampai kita terlambat tahu sehingga menjadikan kita makhluk paling sengsara dan merugi sepanjang masa.

Untukmu yang masih enggan membuang yang tidak perlu, mulailah dari sekarang dan rasakan perbedaan dan dampaknya dalam hidup.

© Muhammad Amin, 11 Juli 2019, 22:46

Komentar