Haramain Itu Keramat

Malam ini, saya bersama beberapa asatiz dan ustazat mengunjungi kediaman Pak Jasa yang baru saja selesai menjalankan ibadah haji di tanah suci. Kami sampai lokasi ketika iqamah Isya akan dikumandangkan, selepas Isya, kami baru bertamu ke rumah beliau.

Kami disambut dengan sangat ramah oleh tuan rumah. Beliau mendoakan kami agar bisa mengambil sendiri air zam zam dari sumbernya. Sembari minum air zam zam dan menikmati hidangan yang ada, Pak Jasa mulai bercerita panjang lebar tentang pengalaman selama haji.

Salah satu yang saya ingat adalah bahwa ketika kita melontarkan kata-kata, meski itu guyonan, maka balasannya adalah beberapa saat setelah ucapan itu terlontarkan. Misalnya, berkata, 'ah, saya tidak akan kena batuk, yang kena batuk ya unta'. Beberapa saat kemudian, yang berkata semacam itu langsung batuk selama sekian waktu.

Pernah pula saya mendapat cerita dari ibu. Ketika ibu di Mekkah, ada jamaah yang berkata, 'saya bisa kembali ke maktab sendiri, sudah hafal jalannya'. Ternyata, beliau tidak sampai ke maktab. Beliau hanya beputar-putar di maktabnya. Allah seakan-akan tak ingin kesombongan hamba-Nya ada di tanah suci-Nya.

Maka, meski belum pernah menginjakkan kaki di Haramain, pesan saya untuk pribadi dan pembaca adalah berhati-hatilah tatkala berbicara di Haramain. Jangan sampai terlontar kata buruk, guyonan yang kelewatan, dan hal-hal kurang pantas lainnya. Semoga kita semua dimampukan untuk sampai di Haramain, salat di Hijr Ismail, berdoa di Multazam, wukuf di Arafah, lempar jumrah di Mina, Sai di Bukit Safa dan Bukit Marwa, tawaf di Masjidil Haram, salat di Masjid Nabawi. Aamiin.

© Muhammad Amin
#mekkah #madinah #haji #sambanghaji #keramat #jagalisan #jagaperkataan #24082019

Komentar