Pernikahan di Desa dan di Kota

Malam ini, saya bersama asatiz dan ustazat menghadiri resepsi pernikahan Ustazah Syarifah dan Mas Khoiron. Saya sendiri bersyukur sebab penantian sekian waktu Ustazah Syarifah berakhir indah. Saya yakin beliau begitu bahagia telah menemukan setengah jiwanya yang telah ditunggu kedatangannya beberapa kurun.

Saya ingin menyoroti masalah perbedaan resepsi pernikahan antara di kota dan desa. Bagi masyarakat kota, resepsi biasanya dilakukan di gedung, desain panggung dan catering konsumsi melalui jasa penyewaan. Makan dengan setting prasmanan. Tak jarang mereka menggunakan jasa EO (Event Organizer) agar segala yang menjadi resepsi impian terlaksana maksimal. Belum lagi berbicara masalah make up, gaun, jas, dan segala pernak-perniknya.

Berbeda lagi dengan resepsi di desa. Biasanya, resepsi dilaksanakan di depan rumah. Maka, jangan heran bila mengetahui setiap rumah di desa selalu memiliki halaman yang cukup luas. Salah satu fungsinya sebagai tempat resepsi pernikahan. Untuk konsumsi, mereka melibatkan orang satu desa, atau minimal satu RT dan keluarga dekat. Tradisi 'cinjo' atau 'nyunjung' masih sangat kental terutama di Jawa Timur. Cinjo adalah tradisi mengirimi setiap rumah kerabat, terutama yang dekat nasi, sayur-biasanya kare atau opor-, dan jajanan.

Tetapi, seiring berjalannya waktu, resepsi di desa mengikuti tradisi di kota. Terutama bagi mereka yang punya uang lebih. Makan prasmanan, panggung mewah, make up berharga mahal, orkestra, dan lain-lain menjadi hal yang semakin biasa ditemui.

Satu hal yang kadang membuat saya jengkel adalah ketika tidak disediakan kursi untuk makan dan minum. Hadirin diminta makan dan minum berdiri. Standing party istilahnya. Padahal, secara Islam, makan dan minum dianjurkan dengan duduk. Hal semacam itu jauh lebih sehat secara medis. Sudah banyak penelitian menyatakan hal semacam itu.

Terlepas dari perbedaan tradisi pernikahan di desa dan kota, yang jauh lebih penting adalah doa-doa yang mengudara, memberikan selamat dan restu kepada kedua mempelai semoga langgeng dunia akhirat, membina keluarga sakinah, mawadda, wa rahmah.

© Muhammad Amin
#pernikahan #wedding #EO #Islam #23082019

Komentar