Kesehatan Mental

Malam ini, (08/09) telah dilaksanakan seminar kesehatan mental oleh Bagian Kesehatan OSIMA Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang. Acara bertema kesehatan mental ini diisi oleh Dr. Iswinarti, M.Si, Psikolog, dosen fakultas Psikologi UMM.

Acara dimulai pukul 8. Diawali dengan bacaan ayat suci Alquran, menyanyikan mars Mahad Al Qalam, disusul dengan sambutan ketua panitia, Ghaly Ahmadtra dan ketua Mahad, Ustaz H. Ahmad Taufiq.

Ustaz Taufiq berpesan tentang pentingnya memperbanyak zikir yang mampu menenangkan jiwa. Hal ini termaktub jelas dalam Alquran. Alaa bizikrillahi tathmainnul quluub. Disebutkan pula hadis bahwa bila segumpal daging yang bernama hati baik, maka baiklah jasad secara keseluruhan, dan sebaliknya.

Dr. Iswinarti memulai pemaparan seminar dengan bertanya apa saja problem generasi milenial. Lantas tentang kecanduan gadget, game, dan sebagainya. Dijelaskan pula tentang apa itu revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang hangat diperbincangkan warganet.

Di akhir, beliau memaparkan bahwa kesehatan mental tak kalah pentingnya dari kesehatan fisik. Kesehatan mental mampu mempengaruhi kesehatan fisik, pun sebaliknya. Beliau juga menerangkan bagaimana menanggulangi stres yang banyak dialami orang masa kini.

Pada sesi tanya jawab, pertanyaan yang muncul aeputar apakah bila seseorang yang awalnya pernah berada pada satu kondisi depresi sebab lingkungan, kini ia telah pindah ke lingkungan yang lebih kondusif, apakah ia akan kembali terpapar depresi tatkala kembali ke lingkungan lamanya. Semua itu bisa saja terjadi, tergantung seberapa kuat pribadi kita mengendalikan diri, emosi dalam merespon lingkungan tersebut.

Pertanyaan kedua adalah apakah tertawa menjadi obat atau efek stres? Tertawa adalah bagian dari terapi stres. Stres hanya bisa direduksi melalui perasaan yang diluapkan. Kalau masalah berat, tidak cukup dengan tertawa, perlu konseling dan konsultasi dengan orang yang lebih dewasa.

Pertanyaan ketiga tentang teman yang menjadi saingan dalam berprestasi. Maka, bersainglah dalam hal positif. Yang penting tidak menyiksa diri kita dan tidak menimbulkan hal-hal negatif. Saling memotivasi sesama teman itu penting.

Pertanyaan keempat adalah bisakah dua watak bertentangan berkumpul dalam satu orang? Yang diturunkan itu temperamen. Karakter bisa dibangun karena ia dipengaruhi banyak oleh lingkungan (jujur, kreatif, tanggung jawab).

Pertanyaan kelima tentang apa itu mental baja? Mental baja adalah tahan banting, ia tidak mudah terpengaruh dan punya motivasi kuat. Apa hubungan antara kesehatan fisik dan mental? Orang yang punya banyak masalah, lama-lama stres, menyerang yang lemah di fisiknya, misal sakit lambung dll. Maka, disembuhkan fisik dan mentalnya. Ada yang kena sakit fisik lalu dipikirkan berlebihan. Biasanya penyakit akan bertambah parah.

Pertanyaan keenam tentang cara mempertahankan motivasi dan bangkit dari kegagalan adalah salah satunya melakukan sesuatu bersama-sama, dengan mentor, motivator, atau teman. Misal cara belajar yang termotivasi adalah dengan musik, dan lain-lain. Kegagalan bukan akhir segalanya, maka munculkan pikiran positif bahwa kegagalan adalah guru terbaik.

Pesan untuk kelas XII dalam hal menentukan kampus dan cita-cita masa depan, bahwa selalu sediakan alternatif lain dan jadilah fleksibel. Pilih yang tepat, sesuai minat dan bisa berhasil di sana. Dipertimbangkan keinginan, kemampuan, orang tua, biaya, dan sebagainya.

Melalui acara ini, semoga mental santriwan dan santriwati Mahad Al Qalam semakin sehat dari waktu ke waktu.

(Amin, red)
#seminarkesehatan #OSIMA #SEMKES2019 #08092019 #latepost #Mahad #santrisehatmental #MahadAlQalam #MAN2KotaMalang

Komentar