Mencari Ketenangan di Tengah Keriuhan

Kita hidup pada zaman di mana kecepatan menguasai segala hal. Mulai dari informasi, pekerjaan, perjalanan, semua serba cepat. Rasa-rasanya cukup sulit menemukan setitik kedamaian di tengah hiruk-pikuk zaman ini. Mungkinkah ini pertanda akhir zaman? Mungkinkah ini tanda bahwa dunia semakin tua dan kelebihan beban menahan hasil olah pikir manusia yang hanya menguntungkan mereka belaka?

Jawabannya serba mungkin. Mungkin iya, mungkin tidak. Iya bagi mereka yang diperbudak dunia. Iya bagi mereka yang terus-nenerus mengejar kecanggihan teknologi yang tiada habisnya. Tetapi tidak bagi mereka yang mampu mengerem keinginan duniawi yang sesaat demi kenikmatan abadi di akhirat. Tidak bagi mereka yang tahu esensi hidup, dari mana ia hidup, untuk apa ia hidup, dan ke mana dia setelah hidup di dunia ini.

Bila dunia semakin cepat adalah keniscayaan, maka mencari keheningan, ketenangan adalah kebutuhan yang bisa jadi menjadi kebutuhan pokok hari-hari ini. Baru saja saya membaca satu posting instagram bahwa dengan membaca Alquran secara tartil dapat melancarkan kehidupan. Selain itu, dapat pula melambatkan kecepatan berbicara, mengatur pernapasan, mengatur harmoni dalam hidup. Betapa indahnya hal semacam itu.

Keamanan dan kebahagiaan adalah dua komponen batin yang terus menerus kita cari setiap hari. Ada yang bilang kalau kebahagiaan didapat melalui piknik. Bisa jadi benar, tetapi coba cek lagi, bukankah ketenangan batin didapat melalui ibadah, membaca kitab suci, mendengar kajian keislaman dan semacamnya? Bukan sebab pelesir ke tempat yang jauh dari keriuhan.

Maka, ingatlah firman Allah, ingatlah bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Ketenangan hati akan berdampak pada ketenangan jasmani. Ketenangan tersebut terus menyebar ke dalam segala sendi kehidupan. Maka kenyamanan akan tercipta sedemikian rupa.

Ahad, 13 Oktober 2019 20:18

Komentar