Rabu, 29 Juli 2020

Masih Serius Jadi Penulis?⁣


Mau apa pun keinginanmu, satu kunci yang harus dimiliki yaitu konsisten. Mau jadi siswa teladan, ya konsisten belajar setiap hari. Mau jadi pedagang sukses, ya silakan belajar dagang dan berdagang dari mentor yang sudah menghasilkan dengan konsisten. Konsisten belajarnya, konsisten praktiknya.⁣
Dewasa ini, di kehidupan yang serba instan ini, konsistensi banyak teralihkan kepada hal-hal lain seperti hiburan, keinginan yang acuannya nafsu belaka, tak tahan bila harus sedikit lebih berusaha untuk memperoleh hasil yang jauh lebih baik. Banyak yang semangat di awal, melempem di tengah, semangat lagi di akhir. Ketika harus berpisah di kelas katanya, aku belum belajar banyak nih dari kelas ini. Lha, selama ini ke mana saja, halo.⁣
Continue reading Masih Serius Jadi Penulis?⁣

Selasa, 28 Juli 2020

Pengorbanan yang Menghadirkan Ketenangan Hati⁣⁣


Hidup dipenuhi dengan rangkaian masalah. Hidup adalah rangkaian kejadian demi kejadian yang berkelindan sedemikian rupa sehingga menimbulkam harmoni. Naik turun, jungkir balik, kaya miskin, susah senang, segalanya berpasangan dengan kebalikan. Semuanya sementara, seperti tema tulisan hari ke-27, kemarin.⁣
Hidup yang dipenuhi masalah adalah sebuah perjuangan. Ada pengorbanan di sana. Misalnya kamu ingin mendapat nilai sempurna dalam mata kuliah A, maka waktumu fokus untuk mempelajari ulang materi mata kuliah A, perhatianmu ke sana. Singkirkan sejenak komik, nongkrong nggak jelas, jalan-jalan nirfaedah, dan berbagai halangan dan gangguan menuju cita-citamu.⁣
Continue reading Pengorbanan yang Menghadirkan Ketenangan Hati⁣⁣

Senin, 27 Juli 2020

Kefanaan vs Kekekalan dalam Islam⁣

Berbicara tentang dunia, dalam kaca mata Islam, hanyalah kehidupan sekejap mata. Kehidupan yang kata orang kampung "namung mampir ngombe" yang bila diterjemahkan bebas berarti hanya mampir minum saja. Seteguk dua teguk, melanjutkan perjalanan lagi.⁣
Dilahirkan dari rahim ibu, melewati alam rahim adalah tahapan yang harus dilalui oleh manusia. Sebelum akhirnya manusia hidup di dunia ini. Nanti bila ajal telah tiba, manusia akan memasuki alam kubur, alam barzah, dan alam akhirat.⁣
Continue reading Kefanaan vs Kekekalan dalam Islam⁣

Sabtu, 25 Juli 2020

Kekhawatiran Terbesar dalam Hidup


Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika saya bertanya tentang kekhawatiran dalam hidup? Mungkin sebagian akan menjawab ketika tidak punya uang. Sebagian akan menjawab ketika tidak punya pasangan. Sebagian menjawab ketika tidak punya kawan. Berbagai jawaban akan muncul ketika pertanyaan ini disampaikan.

Bagi para pelajar, kekhawatiran mungkin berasal dari nilai ujian yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal. Bagi para pekerja lepas, kekhawatiran bisa berasal dari pekerjaan yang terus menerus ditagih klien dan sudah mepet tenggat waktu. Bagi para guru kekhawatiran bisa berasal dari keburukan sikap dan perilaku murid selepas lulus dari sekolah.

Continue reading Kekhawatiran Terbesar dalam Hidup

Jumat, 24 Juli 2020

Impian Terbesar Saya dan Cara Menggapainya


Tidak ada mimpi yang terlalu besar, yang ada hanyalah usaha yang terlampau kecil. Sebuah kalimat yang mampu menggugah semangat saya untuk kembali mengecek mimpi-mimpi. Target pribadi, keluarga, keuangan, sosial, dan agama harus selaras.

Bagi saya, mimpi adalah satu kata yang mampu memberi motivasi kepada diri untuk tak pernah berhenti berusaha. Mimpi mengobarkan semangat juang hingga titik darah penghabisan. Mimpi membangkitkan mereka yang lemah, menguatkan yang sedang lelah berusaha.

Continue reading Impian Terbesar Saya dan Cara Menggapainya

Rabu, 22 Juli 2020

Polemik Museum Menjadi Masjid di Turki


Beberapa hari belakangan, ramai berita tentang bagaimana Presiden Turki, Erdogan memenangkan putusan pengadilan tentang alih fungsi museum Hagia Sophia menjadi masjid Hagia Sophia. Sebagai muslim tentu saja saya pribadi senang dengan berita itu. Saya menonton video bagaimana muslim bersuka cita ketika azan kembali dikumandangkan di masjid Hagia Sophia dan salat Jumat kembali dilaksanakan di sana.

Mari kita kembali kepada sejarah Hagia Sophia terlebih dahulu. Bagaimana alur kembalinya Hagia Sophia menjadi masjid pada 10 Juli 2020 lalu. Awalnya, Hagia Sophia dibangun pada abad keenam sebagai gereja. Tepatnya, tahun 537 M. Katedral Ortodoks ini adalah tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel sampai 1453. Sempat pada tahun 1204 sampai 1261 diubah oleh pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma.

Katedral Ortodoks ini berjalan sampai 1453 ketika Al Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel. Bangunan ini dimasuki Al-Fatih, menyuruh siapa saja yang berada di dalamnya untuk kembali ke rumah masing-masing dan hak-hak mereka dilindungi. Al-Fatih mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sejak 29 Mei 1453 hingga 1931.

Pada tahun 1935, Republik Turki di bawah kekuasaan Mustafa Kemal Attaturk yang dikenal sebagai Bapak Turki Modern mengubah Hagia Sophia menjadi museum. Lalu, pada 10 Juli lalu, dekrit museum dibatalkan dan segera saja Erdogan mengesahkan Hagia Sophia menjadi masjid (kembali).

Lantas, coba kita beralih kepada berita terkait reversi Hagia Sophia ini. Apakah semua mendukung atau adakah yang menentang. Ternyata tak semuanya mendukung. Ada juga yang menentang seperti layaknya hal lain di dunia ini.

Mereka yang mendukung misalnya Rusia. Vladimir Putin mengatakan bahwa reversi Hagia Sophia menjadi masjid adalah urusan dalam negeri Turki. Rusia menghormati putusan itu dan tak mau ikut campur. Dengan reversi ini, kunjungan Hagia Sophia yang ketika menjadi museum harus membayar tiket masuk, sekarang menjadi gratis. Jubir Rusia, Peskov, menyatakan bahwa hal ini menguntungkan wisatawan.

Mereka yang menolak misalnya Paus Fransiskus, pemimpin gereja Katolik Roma menyedihkan kembalinya museum Hagia Sophia menjadi masjid. Ini terkait sebelum ditaklukkan Al-Fatih pada 1453, Hagia Sophia adalah katedral Ortodoks. Sangat wajar menurut saya karena Paus Fransiskus adalah pemimpin keagamaan.

Selain Paus Fransiskus, Yunani juga mengancam akan menjadikan rumah Mustafa Kemal Attaturk sebagai museum genosida. Hal ini disampaikan Menteri Pembangunan Pedesaan, Makis Voridis. Amerika Serikat dan Prancis juga mengecam langkah Erdogan ini. Katanya mencederai warisan budaya dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO.

Namun, saya mau memberi sedikit pandangan terkait bagaimana dunia merespon reversi Hagia Sophia. Mereka yang Islamophobia akan menggoreng isu ini sampai Hagia Sophia tak lagi menjadi masjid. Pertanyaan sebaliknya dilontarkan, lantas ke mana saja selama ini ketika mengetahui masjid-masjid di dunia ini yang katanya warisan budaya dan sejarah dihancurkan dan beralih fungsi menjadi rumah ibadah Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, bahkan sampai menjadi Night Club?

Toleransi yang digembar-gemborkan selama ini hanyalah topeng belaka. Masih berat sebelah. Islam sendiri akan dengan tegas mengkritik diri sendiri kalau memang ada kekeliruan dalam kebijakan. Jangan sampai penggema toleransi tak melaksanakan toleransi sebagaimana mestinya. Mereka masih suka menyerang satu kelompok agama bila tak sepaham dengan apa yang mereka yakini. Miris sekali bukan?

Lalu, solusinya bagaimana? Kalau memang terkait UNESCO, saya kira perkara ini bisa dibicarakan di forum dunia seperti PBB. Silakan diputuskan bagaimana seharusnya status Hagia Sophia. Apakah ia menjadi masjid ataukah kembali menjadi museum.

#WWS6 #WWShari22 #nasrulyung #NulisBarengNasrulYung #NebengBarengNasrulYung #sekolahcreator #day22 #2207202

Continue reading Polemik Museum Menjadi Masjid di Turki

Minggu, 19 Juli 2020

Sajak Kepergian Sapardi⁣


Terkejut aku di suatu pagi

Membaca kabar duka cita

Sastrawan Indonesia Pak Sapardi

Mendahului kita pergi selamanya

 

Hujan Bulan Junimu tumpah

Sebulan kemudian di bulan Juli

Karyamu akan senantiasa abadi

Iringi kepergianmu dengan tabah

 

Sajak dan puisimu mengajarkan

Tentang makna kehidupan

Bahwa masa berteman dengan kefanaan

Diri beserta amalan abadi sepanjang zaman

 

Layaknya karyamu melintang waktu

Usia senja tak halangi produktivitasmu

Kolaborasi menulis lintas zaman

Cerahkan sastra Indonesia di masa depan

 

Selamat berpulang pada kekekalan

Selamat menuai ladang kebaikan

Izinkan kami teruskan langkahmu

Melalui karyamu sebagai guru

 

Bojonegoro, 19 Juli 2020


Continue reading Sajak Kepergian Sapardi⁣

Jumat, 10 Juli 2020

Kutipan Film Bumi Manusia

Seorang yang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. (Jean)

Cinta itu indah juga kebinasaan yang membuntutinya. Jadi, harus berani menghadapi akibatnya. (Jean)

Hidup bisa memberi segala kepada semua yang mau mencari tahu dan pandai menerima (Nyai Ontosoroh)
Continue reading Kutipan Film Bumi Manusia

Sabtu, 04 Juli 2020

Berdakwah Melalui Media Sosial⁣

Di era globalisasi semacam ini, media sosial menjadi satu hal yang mayoritas orang menggunakannya. Tidak berbatas usia dan kondisi wilayah. Mulai dari yang masih kecil hingga dewasa. Mulai masyarakat perkotaan hingga ke desa-desa terpencil. Media sosial adalah keniscayaan. Ia hadir dan ada dalam kehidupan manusia.

⁣Secara hukum Islam, segala sesuatu yang ada selain ibadah berhukum mubah (boleh). Artinya ia netral. Media sosial termasuk di dalamnya. Perihal penggunaan tergantung pada preferensi masing-masing.

Continue reading Berdakwah Melalui Media Sosial⁣

Jumat, 03 Juli 2020

Menyongsong Era Pendidikan Virtual


Salah satu sektor yang terdampak dari pandemi Covid-19 adalah sektor pendidikan. Berbagai kebijakan dibuat mulai pemerintah pusat hingga daerah. Salah satunya adalah tidak diperbolehkannya pelaksanaan belajar dan mengajar di sekolah seperti biasa. Seluruh pembelajaran dilaksanakan daring.

Pembelajaran daring melahirkan masalah baru, terutama bagi mereka yang sulit sinyal, apalagi tidak punya gawai. Kabar buruknya ada yang sampai meninggal dunia hanya karena mencari sinyal wifi di warung kopi. Innaalillah.

Continue reading Menyongsong Era Pendidikan Virtual

Kamis, 02 Juli 2020

Kehancuran bagi Mereka yang Menyerah


Pernah mendengar cerita tentang kegigihan Ibnu Hajar Al Atsqalani dalam mencari ilmu? Kalau belum, hari ini kita akan mengambil hikmah dari kisahnya. Simak kisahnya baik-baik.

Nama aslinya Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kannani Al-Qabilah. Berasal dari Asqolan, Palestina. Beliau adalah ahli hadis bermazhab Syafi'i.

Continue reading Kehancuran bagi Mereka yang Menyerah

Rabu, 01 Juli 2020

Podcast Sang Pembelajar