Kucur, Desa kecil di Kota Malang

Posting Komentar
       
       Desa kucur, desa kecil di sebelah (tidak tahu tepatnya sebelah mana) Kota Malang adalah sebuah desa yang memang beberapa waktu lalu, mungkin juga sampai saat ini masih menjadi daerah yang menjadi pusat penyebaran agama kristen atau biasa kita kenal dengan istilah kristenisasi. Aku dulunya tak begitu tahu masalah ini. Desa ini adalah desa yang beberapa saat yang lalu dijadikan sebagai salah satu tempat bakti sosial oleh MAN 3 Malang. Maksudnya tak lain dan tak bukan adalah mengurangi kristenisasi dan mencoba mengambil hati masyarakat setempat untuk senantiasa mempertebal keimanan mereka, terutama yang beragama Islam untuk tidak dengan mudah mengikuti saja proses Kristenisasi yang teradi di daerah tersebut. Sudah waktunya bagi mereka untuk mulai bangkit sedikit demi seikit melawan Kristenisasi tersebut. Aku tidak tahu dengan jelas dan rinci bagaimana proses kristenisasi ini berjalan. Setahuku, kristenisasi dilakukan melalui kegiatan pendidikan semacam kursus. Dalam baksos tersebut, MAN 3 Malang mengadakan agenda bazar, pengajian umum, lomba-lomba, dsb. Sebagai tindak lanjut dari itu semua, kami sebagai alumni, saya dan beberapa alumni dibantu beberapa kawan dari UB, UM, UIN, dan universitas lainnya dengan sukarela mengajar adik-adik setiap Sabtu siang. Kami rela tidak dibayar demi tegaknya agama Islam di daerah Kucur tersebut. Meski begitu, kami, volunteer melakukannya dengan senang hati dan tak jarang kami tertawa riang bersama para anak didik yang kami anggap seperti adik kami sendiri. Dari sini, aku bisa mengaplikasikan apa yang telah aku dapatkan di bangku kuliahan dan organisasi yang aku ikuti selama ini. Selain itu, aku juga bisa memperluas jaringan alias punya banyak kenalan dengan kawan-kawan dari kampus lain. Sisi lainnya juga, aku bisa lebih bisa melihat realita masyarakat yang ternyata memang tak mudah untuk mengatur mereka dan membuat mereka mengikuti kita. Banyak pelajaran berharga yang kudapat selama aku menjadi volunteer di CMC (Care Moslem Children).  

MUHAMMAD AMIN

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email