Perkumpulan jaman Modern

Posting Komentar
       
      Masih menyoal masalah teknologi. Dahulu, masih hangat dalam otak dan ingatan kita, kalau kita mau berkumpul, susahnya bukan main. Harus pergi kesana-kemari untuk memberitahu tentang suatu pertemuan, jamuan makan, pesta, dan sebagainya. Kita akan membutuhkan banyak biaya, waktu yang tentu tidak singkat, tenaga yang tidak sedikit, dan sebagainya. Kita bandingkan dengan era globalisasi sekarang ini yang segala halnya berbau teknologi. Semuanya sekarang terangkum alias diliputi dengan teknologi. Kemudahan akses infoemasi semakin memudahkan kita semuanya dalam hal undang-mengundang dalam sebuah acara atau pertemuan. Tinggal kirim SMS, mengumumkan secara massal di jejaring sosial semacam facebook, twitter, path, BBM, dsb, maka berita sudah dengan cepat menyebar dan tak perlu susah-susah mendatangi pintu ke pintu, irit tenaga, efisiensi waktu, uang, dsb. Tak jarang, untuk efisiensi waktu dan tenaga juga uang, mereka mengadakan pertemuan dengan Online alias hanya dari tempat mereka masing-masing. Mereka mungkin awalnya membuat janji satu sama lain untuk sama-sama Online pada hari dan jam tertentu. Kemudian disana mereka melalui sambungan internet - kabel, wifi, atau hp - mereka berdiskusi tentang suatu hal atau merencanakan sebuah acara, lalu ditentukan satu keputusan lalu dijalankanlah hasil keputusan itu untuk membuat satu acara yang telah mereka rencanakan dan diskusikan panjang lebar melalui media online. Sehingga, sekarang sudah begitu mudahnya orang untuk berkomunikasi. Tetapi, efek buruknya juga, hal ini semakin membuat sendi-sendi sosial yang ada dalam suatu masyarakat yang dulunya begitu erat dan rekat, lama kelamaan menjadi pudar atau bahkan hilang tak berbekas sama sekali. Hal inilah yang kita takutkan. Kita bisa lihat, untuk mengucapkan mohon maaf ketika hari raya Idul Fithri saja misalnya, orang sudah malas dan kadang tak mau susah-susah datang ke rumah saudara-saudaranya, famili atau tetangganya hanya karena adanya teknologi yang kian hari kian canggih saja. Mereka cukup kirim SMS, BBM, buat status, dan berdiam diri di rumah menunggu balasan. Semoga ini semua menjadi pelajaran bagi kita untuk dengan bijak menggunakan teknologi canggih ini supaya tidak merusak sendi sosial yang telah lama mengakar kuat dan membudaya di tengah masyarakat. 

MUHAMMAD AMIN

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email