Kelud pun Muntah - Peringatan Yang Maha Kuasa

Posting Komentar
      Pagi ini, negeri kita tercinta, Indonesia kembali menangis. Setelah air bah yang meggenangi ibu kota dan beberapa kota di tanah air, khususnya Pulau Jawa, tadi malam sekitar pukul 22.30 menjelang tengah malam, Gunung Kelud mengeluarkan letusannya yang menurut berita berulang sampai 10 kali. Hal ini mengakibatkan hujan pasir, hujan debu, dan juga hujan kerikil di beberapa daerah di sekitar Kelud. Nampaknya, karena angin berhembus dengan sangat cepat dari arah timur ke arah barat sehingga menyebabkan daerah Pujon, Ngantang dilanda hujan kerikil sehingga harus mengungsi mengamankan dan menyelamatkan diri.
Hujan abu yang cukup lebat menimpa Kediri, Jombang, Blitar, Malang, bahkan sampai di Surabaya, Sidoarjo, Ngawi, Caruban, bahkan juga sampai daerah yang jaraknya begitu jauh, 350 km, di Jawa Tengah seperti Jogjakarta, Solo, Ambarawa, Karangkati pun dipenuhi hujan abu vulkanik yang lebat. Hal ini menyebabkan beberapa bandar udara terpaksa memberhentikan aktivitas pemberangkatan seperti di Surabaya, Malang, Makassar, dsb karena memang abu vulkanik yang melayang di udara sangat membahayakan penerbangan dan juga jarak pandang hanya 10 m saja. Aktivitas warga seperti sekolah juga meliburkan diri demi keamanan siswa dan gurunya. 
       Erupsi ini memang termasuk yang besar usai Sinabung. Menurut sebagian pengamat, letusan yang terjadi pada kali ini lebih besar dan dahsyat daripada yang pernah terjadi di tahun 1990. Menurut informasi yang saya dapatkan lewat Whatsapp bahwa zat yang terkandung di dalam abu vulkanik cukup berbahaya yaitu si 02 atau silika yang membahayakan mata dan hidung. Bila terhirup bisa membahayakan paru-paru, sehingga masyarakat diharapkan berhati-hati dan tetap bertahan di dalam rumah. Aliran listrik di sekitar Kelud juga dimatikan demi kebaikan bersama. 
       Semoga kejadian ini menjadi 'ibrah buat kita semua bangsa Indonesia. Mengingat kejadian ini terjadi pada tanggal 14 Februari menjelang hari valentine yang diagung-agungkan bahkan oleh umat Islam. Hal ini memperingatkan kepada para remaja untuk tidak sibuk dengan aktivitas yang tak ada manfaatnya. Sehingga sebaiknya kita harus bermuhasabah dengan segala yang terjadi di sekitar kita. Ingat, suatu peristiwa atau bencana yang tidak hanya menimpa suatu kaum yang bermaksiat saja semacam di tsunami Aceh. Sehingga ini menjadi peringatan buat kita untuk senantiasa memperbaiki diri, meninggalkan dosa-dosa, serta berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan semua perintahNya. Semoga saudara-saudara kita selalu diberi kesabaran dan keselamatan. 

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email