WIRAUSAHA

Posting Komentar

       Ahad ini, aku mendapat pengetahuan baru tentang mengubah mindset orang Indonesia dari yang awaknya hanya mental pekerja menjadi mental wirausaha. Berikut paparannya. 

Saat ini adalah waktunya untuk mengubah mindset (pola pikir). Kita ketahui bahwa orang Indonesia paling susah kalau diajak untuk beubah, maka sudah saatnya umat Islam membuat sebuah oembaharuan. Kita (muslim) berbeda dengan orang Kristen yang terkesan kuno. Dalam memberikan sebuah pemahaman, maka perbanyak ajarkan praktek, tidak hanya teori saja. Mari kita ajarkan kepada anak kita bahwa semuanya mulai dari nol, tidak langsung sak dek sak nyek (istilah orang Jawa yang digunakan untuk mengungkapkan bahwa segala sesuatu itu langsung jadi tanpa proses), tetapi semua itu harus melalui proses panjang dan susah, tidak hanya kemudahan saja. Pengalaman orang tua pada zaman dahulu begitu berharga dan penting. Zaman dahulu, kita disuruh belajar kemana-mana oleh orang tua kita Hal itu dimaksudkan agar kita semua mendapatkan pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. 

       Dalam mengajari anak, coba sekali-kali ajak anak dalam aktivitas real atau aktivitas nyata orang tua karena bagaimanapun nantinya anak juga akan menghadapi kehidupan yang bisa jadi lebih susah atau mungkin juga lebih mudah dari masa orang tuanya. Hal ini dirasa perlu karena sekolah sekarang kurang real dan sungguh berbeda dengan dahulu. Coba kita perhatikan sejenak, dahulu kalau orang tuanya petani maka anaknya diajak ke sawah untuk belajar bercocok tanam, tetapi sekarang setelah adanya sekolah, maka meski sudah lulus, maka tidak bisa langsung terjun ke masyarakat, kecuali seperti bidan atau dokter yang memang prakteknya lama. Kita dapat mendidik anak kita untuk mulai berwirausaha. Misalnya ketika kecil diberi 3 kue. 1 untuk dimakan, 1 untuk teman, 1 untuk dijual. Maka hal ini akan sangat membantu anak kita untuk belajar bagaimana berwirausaha ketika sudah dewasa nanti. 
       Ada sebuah cerita unik mengenai kesuksesan seseorang. Suatu saat seorang dosen bertanya kepada 120 orang mahasiswanya yang mayoritas umurnya 25 tahun dengan pertanyaan, "Apakah semuanya ingin sukses?" Seluruh mahasiswa menjawab "Tentu pak". Maka, sesudah sampai pada umur 40 tahun atau 15 tahun setelahnya, maka yang sukses hanya 1 orang, yang 4 orang cita-citanya tercapai, 15 lainnya hidup dengan normal, 19 bekerja, 21 mati, 60 miskin yang sukanya hanya ngomong dan tidak mau berusaha dan berikhtiar. Dalam Islam tidak diajarkan hanya berdoa, tetapi juga berikhtiar atau berusaha. Sehingga sekarang ini do'a sudah tidak perlu lagi dilantunkan dengan lantang dan keras. Alangkah lebih baiknya bila do'a dalam keadaan diam sambil kita menggambarkan dalam otak kita hal apa yang ingin kita capai atau kita dapatkan. Jadi, doa harus fokus, kalau kita bayangkan sekarang,  maka akan lebih mudah untuk sampai. Misalnya, di desa kita menjual tanah warisan untuk modal kerja, bukan untuk membayar hutang, kalau tidak bisa maka mari ciptakan prestasi agar bisa naik pangkat di kantor, karena bos tentu memilih orang yang punya komitmen. 
       Berikut adalah kelebihan menjadi seorang pengusaha. Kalau jadi pengusaha, kita punya kebebasan waktu, kebebasan waktu dapat digunakan untuk perjuangan umat Islam dan juga kita bisa memilih pekerjaan sesuai yang kita inginkan, tidak terpaksa. Kita juga bisa mewujudkan cita-cita kita dalam waktu luang tersebut. Selain hal tersebut, kita juga jadi orang merdeka. Maka, sudah saatnya kita lihat dan cermati masyarakat kita, maka akan kita dapati begitu banyak potensi yang dapat ditumbuhkembangkan dan diberdayakan. Jangan lupa untuk sholat malam di sepertiga malam terakhir afdholnya atau utamanya. Pada waktu itu, kita deraikan air mata, memohon pengampunan segala dosa dan meminta kemudahan segala urusan. Lalu, jangan lupa untuk melakukan kebaikan sebelum subuh dan sebelum tahajud ketika Allah sedang turun ke dunia, misalnya kalau kita punya tambak ikan, kita bisa memberi makan ikan kita sebelum sholat malam dan sholat subuh. Dalam berdo'a jangan lupa baca istighfar sambil membayangkan cita-cita yang ingin kita capai. 

Nah, itulah paparan yang cukup panjang beberapa hal yang berhubungan dengan wirausaha. 
Semoga bermanfaat. 

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email