Batu Semar menarik perhatian warga Bojonegoro

Posting Komentar

       Ada pemandangan lain di alun-alun Bojonegoro ketika saya pulang liburan semester kali ini. Selang beberapa waktu hanya berdiam diri di rumah, saya diberitahu oleh ibu bahwa ada batu besar yang kini diletakkan di sekitar alun-alun kota. Karena penasaran, Sabtu, 10 Januari 2015 selepas menjemput adik yang pulang dari sekolah, saya sempatkan melewati lokasi batu yang disebut "Semar" itu diletakkan. Sepintas, batu itu tampak seperti batu lainnya. Maksud saya seperti batu nisan yang dipasang di sudut UIN Maliki Malang-tempat saya kuliah saat ini- namun yang kali ini lebih besar dan berat tentu saja.
Menurut supranatural, konon batu ini dulu dijaga oleh seekor ular besar. Untuk memindahkan batu ini dari asalnya dibutuhkan waktu 16 hari dengan menggunakan alat berat yang tak sedikit jumlahnya dan menghabiskan dana 330 juta. Menurut sebagian kalangan pemindahan batu itu tak menjadi masalah selama itu untuk menambah semangat kerja pejabat pemerintah Bojonegoro dalam rangka memajukan Bojonegoro yang lebih baik di masa mendatang dan berjanji akan mengawasi kalau saja batu itu menjadi sesembahan yang berarti telah menyalahi aturan agama Islam. Menurut bupati Bojonegoro, Suyoto, pemindahan batu ini dilakukan untuk menambah keindahan dan daya tarik Bojonegoro di mata masyarakat Bojonegoro sendiri, dan lebih-lebih wisatawan luar negeri. Nantinya, akan dibangun taman pintar di sektar batu tersebut agar warga Bojonegoro dapat menikmati alun-alun sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan bagi keluarga. Menurut sebagian yang lain, pemindahan batu Semar ini dari asalnya sebenarnya tak perlu dilakukan. Uang sebanyak itu lebih bermanfaat bila dialokasikan kepada hal-hal yang lebih bermanfaat seperti tunjangan guru mengaji di diniyah yang sampai saat ini memang masih sangat rendah bila dibandingkan dengan gaji seorang guru sekolah. 
       Tetapi, terlepas dari segala komentar tersebut, menurut hemat penulis, pemindahan batu tersebut tidak menjadi masalah selama memang hal itu untuk hal-hal baik dan tidak menyalahi aturan agama. Tetapi, bila suatu saat batu tersebut menjadi sesuatu yang meresahkan masyarakat, tentunya kita semua tak menginginkan hal tersebut terjadi. 

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email