SPU (Sekolah Penelitian Umum) oleh DEMA U UIN Maliki Malang 2015

Posting Komentar
       Beberapa waktu yang lalu, kuikuti SPU (Sekolah Penelitian Umum) yang diadakan oleh DEMA-U UIN Maliki Malang bekerjasama dengan LKP2M (Lembaga Kajian Penelitian dan Pengabdian Masyarakat). Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari SPU selama 3 hari berturut-turut ini. SPU dimulai pada Jum'at pagi pukul 8. Usai sarapan, aku menuju rektorat lantai 5, untung saja aku baca kembali pamflet yang disebar temanku melalui WA, ternyata tempatnya berada di ruang sidang SC lantai 1.
Bergegas aku kesana. Untung saja aku belum terlambat. Aku langsung melakukan registrasi lalu masuk ruangan dan mengambil posisi terdepan agar mendapatkan materi secara maksimal. Nah, yang menjadi penyakit orang Indonesia adalah budaya telat dan duduk di belakang. Kalau sudah seperti itu, bagaimana mau maju. Ok, kita kembali ke pembahasan awal. Di awal, kami diberikan pengetahuan tentang paradigma penelitian oleh Pak Zainuddin yang menceritakan tentang menuju research university. Lalu dilanjutkan dengan Fiqh Vredian tentang paradigma penelitian, Pak In'am Esha juga mengisi materi yang sama. Intinya pada hari pertama kami dikuatkan dulu masalah teori tentang apa itu penelitian. Di akhir sesi, kami diberikan waktu untuk diskusi dengan para senior di LKP2M tentang materi yang telah kami dapat. 
       Pada hari kedua, kami mendapat materi tentang penelitian kuantitatif yang menuntut kami untuk lihai mengoperasikan SPSS, sebuah aplikasi pengolah data statistik. Dengan sabar pemateri mendampingi kami hingga tuntas. Hari kedua pun selesai hanya untuk SPSS. Tapi kami senang dapat ilmu baru hari itu. 
       Hari ketiga diisi oleh Bu Like tentang teknik presentasi yang baik dan juga Pak Angga yang meyuguhkan sejuta informasi bagaimana mendapatkan beasiswa atau dana penelitian dari yang bernilai rupiah kecil sampai ratusan juta rupiah. That's so worth for us. Thanks to DEMA-U UIN Maliki Malang, Nanang Shobirin and team for this great program. 
May we still meet in another occasion. 

MUHAMMAD AMIN  

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email