Yudisium FITK UIN Maliki Malang 2016

Posting Komentar




      Alhamdulillah, pada hari ini, Kamis, 20 Oktober 2016, H-2 Wisuda periode 2 UIN Maliki Malang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menyelenggarakan Yudisium bagi mahasiswa-mahasiswinya. Acara berlangsung di Aula Rektorat lantai 5. Pukul 7.30 saya sudah sampai di kampus. Kuparkir motor di parkiran basement perpustakaan pusat lalu berkumpul menemui teman-teman yang lama tak kujumpa. Sungguh saya benar-benar rindu berbagai kenangan indah dengan mereka. Betapa tidak, kurang lebih sudah sekitar 2-3 bulan kita tak bertemu secara langsung. Ada teman PKLI Thailand, teman kelas jurnalistik PAI, teman mabna, teman IMM, dsb, Kenangan-kenangan lama kembali menguar bersama pembicaraan sampai-sampai kami akhirnya haru segera memasuki aula rektorat lantai 5 beberapa saat kemudian. Karena menunggu pak dekan yang tak kunjung datang, acara jadi cukup molor. Ya, biasalah jam Indonesia kan jam karet. Sekitar pukul 8.45 acara akhirnya dimulai. Bu Sulalah menyampaikan laporan akademik dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para mahasiswa terbaik di tiap jurusan. Penghargaan juga diberikan bagi mereka yang memiliki hafalan 30 Juz dan mereka yang menulis skripsi berbahasa asing selain jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Acara dilanjutkan dengan sambutan dekan FITK, Dr. H. Nur Ali, M.Pd. Beliau menegaskan bahwa IP tinggi tak cukup untuk bersaing di dunia kerja, tetapi perlu skill yang mumpuni dan keterampilan lainnya. Hal tersebut dikuatkan kembali oleh pidato wakil wisudawan FITK, Muhammad Amin yang menyatakan bahwa sebagai lulusan UIN Maliki Malang harus memiliki ciri khas. Setelah acara seremonial ditutup, dilanjutkan dengan sosialisasi dunia kerja oleh Hasanuddin Wahid, M.Hum, beliau adalah salah satu alumni FITK yang kini bekerja sebagai konsultan di Sekolah Inteligen Negara. Beliau menyampaikan berbagai tantangan dan juga peluang lulusan sarjana agama di sektor ASEAN. Gaya penyampaian yang cukup seru membuat para peserta Yudisium beberapa kali bertepuk tangan diselingi dengan tertawa. Menjelang dzuhur, acara sosialisasi selesai. Peserta dipersilahkan untuk sholat dzuhur dan makan siang lalu dilanjutkan dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh ustadz Muhammad Amin Nur. Lalu para peserta antre untuk mengambil toga dan berbagai pernak-pernik wisuda lusa, Sabtu 22 Oktober 2016. Saya sendiri saya sempatkan foto dengan teman-teman dekat. Bahkan secara tak dinyana ketika sedang istirahat dzuhur saya bertemu Syaikhu dan teman-temannya di lantai 3 untuk berbincang-bincang lalu foto bersama. Sungguh saya sangat senang, Saya berharap kemesraan seperti itu tak cepat berlalu. Tetapi apalah daya seorang hamba. Saya hanya bisa mendoakan teman-teman saya, sampai jumpa di lain kesempatan dengan kondisi yang lebih baik sambil membawa anak istri, suami tercinta. Salam hangat persaudaraan. 

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email