Hikmah Berjalan

Posting Komentar

      Jalan kaki adalah salah satu budaya bangsa-bangsa dan negara maju. Kadang berjalan mereka terkesan berjalan dengan cepat, tidak lambat. Hal ini tentu bukan tanpa maksud. Saya masih ingat komentar teman-teman saya semasa MA dulu. Beberapa mereka bertanya pada saya
"Kenapa sih kalau jalan kamu itu cepet banget?"
      Bagi saya jalan cepat itu merupakan satu hal penting. Mengapa? Dari jalan cepat paling tidak kita itu menghargai waktu. Saya memperhatikan jalannya orang di negara-negara maju, mereka berjalan dengan cepat. Jadi, menurut saya, jalan cepat merupakan satu ciri orang sukses karena mereka sangat menghargai waktu yang mereka miliki. Bayangkan, dengan jalan cepat mereka akan lebih cepat bertemu kolega di kantor, lebih cepat bertemu keluarga di rumah misalnya, atau lebih cepat bertemu kawan lama yang sudah punya janji. Tetapi, di luar itu, sesungguhnya berjalan cepat menurut saya juga baik untuk kesehatan kita setiap hari. Dengan berjalan cepat intinya adalah kita bergerak. Dengan bergerak kita bisa menyelesaikan banyak hal dan agenda kita setiap hari. 
      Bagi saya, jalan cepat sudah menjadi budaya. Betapa kita lihat banyak orang dengan santainya mengabaikan janjinya dengan berjalan begitu santai seolah tak ada beban. Seorang murid merasa tak berdosa tatkala datang terlambat ke sekolah dengan berjalan semaunya. Mungkin saat ini keberadaan jalan cepat ini sudah tergantikan dengan berbagai moda transportasi yang jauh lebih cepat. Kita bisa naik motor, mobil, dan berbagai moda transportasi lainnya. Tetapi ingat, zaman dahulu kakek nenek atau mungkin orang tua kita sangat senang berjalan. Maka tak jarang kita lihat mereka masih begitu segar bugar sampai usia senja karena kebiasaan baik mereka yaitu berjalan, mungkin beberapa waktu juga berjalan cepat. Karena berjalan cepat sepertinya juga relatif. Dengan berjalan kita akan lebih banyak merenung, lebih banyak bersyukur betapa masih banyak saudara kita yang tidak mampu berjalan sebebas kita kesana kemari setiap saat. Dari berjalan, kita bisa juga bercengkrama dan menyapa orang-orang yang kita temui di jalan. Tak seperti ketika kita mengendarai motor misalnya. Dengan berjalan kita juga lebih mengagumi dan menikmati ciptaan Allah yang begitu indah di sekitar kita. Tidak seperti naik mobil yang kadang tak menoleh kanan-kiri karena mungkin terburu waktu. Beberapa waktu, saya juga sempat bercakap-cakap dengan orang Madinah dan mereka berkata 
"Saya heran dengan orang Indonesia ya, jarak dekat saja mereka naik motor, bahkan ada yang naik mobil. Kalau kami di negara kami, kami biasa berjalan berkilo-kilo meter"
      Sesungguhnya saya sendiri malu ketika mendengar pernyataan tersebut. Betapa berjalan sudah menjadi budaya pergerakan dan perpindahan yang tentu banyak hikmah di dalamnya. Kita ketahui juga para ilmuwan dan muhadits zaman Nabi Muhammad dulu tentu juga lebih banyak berjalan daripada mengendarai kuda atau unta misalnya. Tetapi diluar itu semua, semoga dengan hadirnya berbagai kemudahan berkomunikasi dan berpindah tempat seperti sekarang ini, tidak menjadikan kita mengabaikan hubungan-hubungan sosial kemasyarakatan yang sesungguhnya sudah terbangun dengan baik oleh generasi-generasi sebelumnya. Kita boleh saja mengendarai kendaraan bermerk mewah ala orang barat, tetapi ingat kultur Indonesia tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan kerekatan ukhuwah di atas batas-batas wilayah, agama, ras, dan segala hal yang dapat menghalangi terwujudnya persatuan bangsa. Kita diciptakan dengan berbagai sisi perbedaan satu sama lain, tetapi bukan berarti kita boleh berpecah-belah satu sama lain. 
SALAM PERSATUAN INDONESIA

Semoga senantiasa menginspirasi

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email