(10) Masih Saja Sepi Tanpa Hadirmu

Posting Komentar

      Benarkah tanpamu hati ini akan sepi? Aku seringkali mempertanyakannya pada akal sehat juga hati kecilku. Secara logika, meski tanpamu aku masih akan tetap melanjutkan kehidupanku. Toh, sebelum bertemu denganmu aku adalah pribadi mandiri yang senantiasa ceria dan riang gembira. Tapi hati kecilku menjawab bahwa tanpa hadirmu dunia ini serasa hampa. Mungkin begitulah gambaran dua orang yang sedang jatuh cinta. Tatkala dua orang
sudah saling mencintai, maka intensitas pertemuan akan semakin bertambah daripada biasanya. Maka, jeda sedikit saja sudah rindu, tak bertemu sehari sudah serasa tak bertemu seminggu. Hal itu mungkin tidak masuk akal, tapi hati tentu mengiyakan semuanya.
      Aku seringkali hadir dalam keramaian pesta pernikahan. Namun, meski bersama teman-temanku aku bisa tertawa dengan lepas, namun di hati terdalam selalu muncul harapan, “ah, pasti lebih asyik lagi bila kamu hadir bersamaku”. Aku masih saja merasa sepi di tengah keramaian. Hatiku tak bisa terima akan kesendirian diri. Lagi-lagi kuharap kau paham akan hal itu.
      Aku selalu membayangkan kau selalu bisa hadir menemani diri ini merajut mimpi bersama. Namun, apalah daya. Kita sibuk sendiri-sendiri, mencoba mewujudkan mimpi masing-masing lalu berharap suatu saat dapat bertemu di tangga kesuksesan lalu membangun ikatan halal bersama. Mungkin saja hal itu terjadi, tapi sekali lagi itu mungkin, mungkin menjadi nyata atau hanya ilusi belaka. Maka, semoga kita dua yang selalu memperjuangkan asa bersama-sama, saling memahami bahwa memang sendiri saat ini terasa lebih baik daripada bersama namun merasa asyik dengan dunianya sendiri.

 M. Amin | 23 Jan 2017


Muhammad Amin
Magister Pendidikan Bahasa Arab, pemerhati pendidikan dan bahasa. Pengasuh di Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email