Ujian, senyumin aja!


Malam ini usai menjaga Penilaian Akhir Semester Ma’had Al-Qalam, saya mengambil kunci IAC (Internet Access Centre) di kantor ma’had. Seperti biasa, anak-anak di luar kantor sudah bersorak-sorai,
“Ustadz, IAC buka kan malam ini?”

“Ya, sebentar ya” jawabku santai sambil berlalu.



Setelah saya buka IAC, para santri berhamburan mengambil laptop mereka masing-masing untuk kemudian di-scan di komputer utama. Usai itu, saya tinggal sebentar ke kamar untuk mengambil laptop. 
.
Saya sempatkan telepon ibu saya selama kurang lebih 10 menit dan kembali menuju IAC. Sesampainya di IAC dua orang santriwati sedang sibuk mengeprint tugas akhir mereka. Saya biarkan saja mereka. Saya hanya berdiri di belakang mereka, tak mau mengganggu apa yang sedang asyik mereka lakukan. 
“Ustadz, untung ada saya, kalau nggak anak-anak tidak scan dan nggak bisa ngeprint”
“Ya, makasih ya”
.
Lantas saya duduk di kursi komputer utama dan melayani santriwati yang mau mengeprint tugasnya. Santriwati ini suka sekali bercerita. Saya pun dengarkan saja sambil sesekali menimpali. 
“Ustadz, kalau ustadz yang jaga ujian, kita itu nggak tegang. Nggak kayak yang lain.”
“Oh, ya? Masak sih?”
“Iya ustadz, serius.”
“Ya ya, alhamdulillah deh kalau gitu. Gini ya, kalian ujian itu sudah susah. Belajarnya saya yakin juga sudah sungguh-sungguh. Nah, pas waktu ujian dibuat senyaman mungkin. Disenyumin aja lah bahasanya. Kalau ditambah tegang, malah nggak selesai mengerjakan ujian. So, take it easy and smile for it.”
“Eh, gitu ya ustadz. Terimakasih nasihatnya ustadz”
“Ya, sama-sama” 
.
Dan perbincangan berlanjut membahas masalah-masalah sepele lainnya. Namun, yang perlu saya garis bawahi di sini adalah bahwa adanya ujian itu sudah sulit. Jangan dipersulit dengan adanya ketegangan ketika ujian. Seringkali banyak orang sudah hafal banyak rumus, ketika ujian berlangsung tidak mendukung suasana, ditambah hatinya penuh gundah gulana karena tugas yang belum selesai misalnya, bisa jadi seketika itu pula ia lupa akan rumus-rumus yang tadi dihafalkan. Jadi, saran saya, kepada siswa ketika ujian, buatlah suasananya senyaman mungkin. Tak usah hiraukan gangguan-gangguan teman di sebelahmu. Maka, saya yakin kalian pasti bisa mengerjakan ujian dengan lebih rileks dan santai. 
.
Kepada para guru, ketika menjaga ujian, tetap berusaha menenangkan suasana, tetapi jangan buat suasana menegangkan. Anak-anak jauh akan lebih nyaman dalam mengerjakan ujian. Semoga ujian-ujian yang dirancang oleh para guru benar-benar mampu mengukur kemampuan muridnya. Tidak sekadar formalitas belaka. 
.
@muhamin25 | 13 Mei 2017 

Muhammad Amin
Magister Pendidikan Bahasa Arab, pemerhati pendidikan dan bahasa. Pengasuh di Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email