Masih Tentang Hujan

Posting Komentar



Hai kau yang terpisah jarak beratus-ratus kilometer dari sini, bagaimana kabarmu? Ngomong-ngomong, di sini hujan rintik mulai turun. Adakah di sana hujan juga mulai mewarnai aktivitasmu? 
.
Dengar sayang, jujur aku rindu padamu. Rindu canda tawamu, tak terkecuali isak tangismu yang mengalun laksana irama hujan siang ini. Apalagi pada percakapan kita di bawah rinai, ah, rindu berat. Adakah kau di sana merasakan hal yang sama? 
.
Atas apa pun yang terjadi, biarlah. Tak perlu disesali. Yang ada harusnya disyukuri. Kita sama-sama bersyukur atas pertemuan yang tercipta, pada perjumpaan di berbagai masa, termasuk pada perpisahan yang entah apa sebabnya. 
.
Lepaskan, ikhlaskan. Teruskan saja kesibukanmu, aku pun akan melanjutkan segala aktivitasku. Bila di masa depan kita bertemu di satu titik, semoga segalanya menjadi lebih baik. Entah kembali merajut cerita, berbagi cerita, atau mengenang kisah lama yang pernah terenda indah. 
.
@muhamin25 | 10 November 2017 selepas hujan siang ini
Muhammad Amin
Magister Pendidikan Bahasa Arab, pemerhati pendidikan dan bahasa. Pengasuh di Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email