Masyarakat Era 5.0

Posting Komentar
Sudah pernah dengar istilah di atas? Ha, 5.0? Nggak salah tuh? Bukannya masih 4.0 ya? Barang kali itulah yang ada dalam pikiran kita ketika disodorkan pemikiran masyarakat era 5.0.

Kita belum terlalu memahami secara lengkap konsep masyarakat 4.0, tetapi kita sudah diminta untuk masuk ke era 5.0. Ada apakah gerangan?

Sebenarnya hal ini menjadi lebih cepat karena pandemi yang saat ini dihadapi bersama. Dahulu, setiap orang masih berlomba menjadi yang terbaik, menduduki peringkat satu, dan menyingkirkan kompetitor. Sekarang? Mari kita ubah pola pikir tersebut.

Masyarakat era 5.0 adalah era di mana setiap manusia berkolaborasi, bekerja sama dengan lainnya dalam mewujudkan suatu capaian bersama. Kolaborasi ini sebenarnya sudah banyak ditemukan pada hal-hal di sekitar kita, tetapi kita belum menyadarinya.

Beruntung saya sebulan terakhir bergabung di @imbc.id, sebuah komunitas micro blogger Indonesia yang diinisiasi oleh mereka yang terjun lebih awal menggunakan micro blog atau konten carousel. Di sana, satu hal yang didengungkan oleh Bro @trustjak adalah soal masyarakat 5.0, era kolaborasi.

Contoh konkret kolaborasi misalnya saya pakar dalam bidang kepenulisan. Saya butuh desainer untuk layout dan mendesain sampul buku yang akan diterbitkan. Saya juga memerlukan pakar branding agar semakin dikenal sebagai penulis. Saya pun membutuhkan mereka yang jago membuat copywriting dan paham iklan agar buku saya mudah terjual sesuai target pasar.

Perhatikan, berapa orang yang saya butuhkan? Apakah saya bisa melakukannya sendirian? Barang kali bisa kalau dipaksakan, tetapi hasilnya kurang maksimal karena satu orang harus membagi peran dalam banyak hal sekaligus. Kita perlu kerja sama dan saling support agar pekerjaan cepat selesai dan target tercapai.

Setidaknya itulah gambaran sederhana dari masyarakat era 5.0 yang mau tidak mau, cepat atau lambat kita sedang dan barang kali sudah berada di sana. Pada akhirnya, kepuasan sesuatu tidak lagi hanya bertumpu pada peringkat dalam bidang tertentu, tetapi berapa banyak orang yang terlibat dan berapa banyak orang yang semakin mudah menikmati sesuatu dari hal yang mampu kita hasilkan.

Maka, kuncinya adalah fokus mengembangkan diri dalam satu bidang. Kalau masih mampu, boleh menambah bidang lain. Intinya jadilah profesional. Kelak kamu akan berkolaborasi dengan mereka dalam bidang tertentu dan menciptakan perubahan bersama.

#1M1C #1minggu1cerita #minggu39 #24092020 #society5.0 #kolaborasi #insight


Muhammad Amin
Magister Pendidikan Bahasa Arab, pemerhati pendidikan dan bahasa. Pengasuh di Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email