Perjalanan Menulis Saya Part 1

Posting Komentar

Saya jatuh hati pada menulis ketika bersekolah di SMP Plus Arrahmat. Sekitar tahun 2008, saya mulai suka menulis hasil kajian dari pengajian di masjid, kajian kitab setiap hari tertentu, atau mencatat poin penting ketika pelajaran berlangsung.

Biasanya saya tuliskan hal di atas pada satu buku catatan. Saya tulis cepat-cepat, intinya saya dapat poin penting sudah cukup. Setelah semua catatan terkumpul, pada pagi hari pukul 5 bakda Subuh dan mengaji atau pukul 8 selepas Isya dan makan malam, saya sempatkan waktu untuk berselancar internet di warnet yang sebenarnya adalah laboratorium komputer ketika jam sekolah.

Saya segera antre, masuk ke ruangan dengan bahagia, memilih komputer yang saya kira cukup enak untuk menulis dan koneksi internetnya lumayan meskipun sesungguhnya koneksinya sama saja pada komputer mana pun.

Saya buka browser Mozilla Firefox dan saya ketikkan Google.com, lalu Blogger. Nah, di Blogger inilah saya tuliskan semua catatan. Beberapa waktu saya beralih ke Wordpress meskipun pada akhirnya kembali lagi ke Blogger.

Kala itu, saya masih ingat pernah diajak kerja sama dengan Ustaz Shobirin untuk mengembangkan intranet khusus warga Arrahmat. Semua warga Arrahmat selama punya akses internet di laboratorium komputer punya kesempatan untuk menulis atau curhat pada web intranet tersebut.

Bagi saya, hal ini cukup seru karena setiap pengguna akan memiliki lambang atau poin tertentu. Intranet dibangun serupa dengan Kaskus yang sedang naik daun kala itu. Semakin sering posting, semakin tinggi poinnya.

Sejak saat itulah saya benar-benar jatuh hati pada menulis. Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah tulisan muncul di blog pribadi. Biasanya saya kabarkan ke beberapa teman untuk membacanya.

Sejujurnya, saya paling suka mencatat apa pun itu, terutama hasil rapat, kajian, seminar, workshop, pelatihan, dan lain-lain. Saya sampai punya buku catatan khusus selama kuliah untuk mencatat hasil seminar dan semacamnya. Kalau ada waktu, saya ketik ulang dan saya posting di blog pribadi.

Sampai saat ini pun, hal ini masih saya lakukan, meskipun kadang catatan tersebut berubah ke dalam konten instagram, tidak melulu tulisan panjang di blog. Saya kira karena hal itulah saya sering dipercaya menjadi sekretaris sejak belajar di Aliyah sampai perguruan tinggi. Ketelitian, kedisiplinan, dan kehati-hatian dalam mencatat mengantarkan saya mendapatkan posisi tersebut.

Itulah perjalanan awal saya jatuh hati pada menulis, penasaran bagaimana lanjutannya sampai saya bisa menerbitkan buku solo dan antologi? Simak kisahnya pada postingan selanjutnya. See you.

#1M1C #1Minggu1Cerita #30092020 #Minggu40 #Aminwritingjourney

Muhammad Amin
Magister Pendidikan Bahasa Arab, pemerhati pendidikan dan bahasa. Pengasuh di Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email